Analisis variabilitas pola musiman angin dan muka air laut di Perairan Pulau Bawean periode 2000-2024

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Prasetyono, Satria Dermaga (2026) Analisis variabilitas pola musiman angin dan muka air laut di Perairan Pulau Bawean periode 2000-2024. [error in script] thesis, [error in script].

[img] Text
Satria Dermaga Prasetyono_09020422041.pdf

Download (7MB)
[img] Text
Satria Dermaga Prasetyono_09020422041_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2029.

Download (7MB)

Abstract

Perairan Pulau Bawean yang berada di kawasan Laut Jawa memiliki kondisi oseanografi yang dinamis dan dipengaruhi kuat oleh perubahan iklim serta sistem monsun. Dinamika tersebut berpengaruh langsung terhadap aktivitas dan keselamatan pelayaran di wilayah perairan sekitar. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji variabilitas pola musiman angin dan Sea Level Anomaly (SLA), mengetahui hubungan antara perubahan muka air laut dengan fenomena iklim global ENSO dan IOD, serta menilai dampaknya terhadap keselamatan navigasi. Data yang digunakan berasal dari reanalisis angin dan gelombang ECMWF ERA5 serta data altimetri satelit CMEMS selama periode 2000-2024. Analisis dilakukan menggunakan metode time series decomposition, visualisasi violin plots, dan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi hidrometeorologi paling kuat terjadi pada periode Monsun Timur, khususnya Juli dan Agustus, dengan kecepatan rata rata bulanan angin mencapai 14.55 knot dan rata rata bulanan tinggi gelombang signifikan sekitar 1.4 meter. Di sisi lain, nilai SLA tertinggi tercatat pada bulan Desember sebesar 0.265meter akibat penumpukan massa air, sedangkan nilai terendah terjadi pada bulan September sebesar -0.105 meter. Uji statistik menunjukkan bahwa energi angin lokal tidak memiliki hubungan linier yang signifikan terhadap perubahan SLA. Sebaliknya, variabilitas muka air laut lebih dipengaruhi oleh fenomena iklim global, di mana ENSO (SOI) menunjukkan hubungan positif yang signifikan, sedangkan IOD (DMI) memiliki hubungan negatif. Kondisi ekstrem pada Juli dan Agustus menjadi periode dengan tingkat risiko tertinggi terhadap stabilitas pelayaran, terutama bagi perahu nelayan. Selain itu, anomali muka air laut yang ekstrem juga berpotensi menimbulkan gangguan operasional pelabuhan dan meningkatkan risiko kapal kandas di sekitar Perairan Pulau Bawean.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis ([error in script])
Keywords: Angin monsun; anomali muka air laut; ENSO; IOD; keselamatan pelayaran; pulau Bawean
Subjects: Ilmu Kelautan
Lingkungan Hidup
Ekologi
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Ilmu Kelautan
Depositing User: Satria Dermaga Prasetyono
Date Deposited: 25 Jun 2026 03:33
Last Modified: 25 Jun 2026 03:33
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/91718

Actions (login required)

View Item View Item