Mursilah, Pembayun (2026) Kesadaran lingkungan dan nilai maqāṣid al-sharī‘ah dalam konsumsi pakaian thrift pada konsumen muslim: suatu perspektif circular economy. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Pembayun Mursilah 02040324028.pdf
Download (3MB)
Pembayun Mursilah 02040324028_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 January 2029.
Download (3MB)
Abstract
Fenomena meningkatnya konsumsi pakaian thrift lokal di kalangan masyarakat Muslim perkotaan menunjukkan perubahan orientasi konsumsi yang tidak hanya didorong motif ekonomi, tetapi juga terkait preferensi gaya, aksesibilitas barang, dan munculnya bentuk kesadaran ekologis. Perkembangan ini penting dikaji karena berkaitan dengan isu keberlanjutan serta problem limbah tekstil yang dihasilkan industri fast fashion, sementara pada saat yang sama praktik thrifting memunculkan perdebatan mengenai aspek higienitas dan potensi risiko kesehatan. Penelitian ini secara khusus menjawab tiga rumusan masalah, yaitu: (1) tingkat kesadaran lingkungan konsumen Muslim dalam membeli dan menggunakan pakaian thrift lokal; (2) wujud nilai maqāṣid al-sharī‘ah terutama ḥifẓ al-māl, ḥifẓ al-nafs, dan ḥifẓ al-bī’ah dalam perilaku konsumsi; dan (3) relevansi konsumsi pakaian thrift sebagai model konsumsi Islami yang sejalan dengan prinsip circular economy. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi, Penelitian dilaksanakan sebagai penelitian lapangan (field research) di Kota Surabaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan dipilih dengan purposive sampling. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran lingkungan konsumen berada pada tiga spektrum perkembangan: instrumental (motif harga, tren, estetika), transisional (kesadaran ekologis mulai menjadi pertimbangan sekunder), dan reflektif (pilihan konsumsi dipahami sebagai sikap anti-mubazir dan ramah lingkungan). Praktik thrifting mencerminkan nilai ḥifẓ al-māl melalui pengeluaran yang hemat dan efisiensi sumber daya, ḥifẓ al-nafs melalui perhatian pada kelayakan serta pembersihan ulang barang, serta ḥifẓ al-bī’ah melalui kontribusi terhadap pengurangan limbah tekstil dan perpanjangan siklus pakai. Integrasi antara maqāṣid al-sharī‘ah dan circular economy tampak pada praktik reuse barang dan penguatan ekosistem sirkular berbasis komunitas lokal. Meskipun demikian, penelitian juga mencatat sisi negatif thrifting seperti potensi ketidaklayakan higienis, risiko penyakit kulit, dan persaingan pasar yang dapat mengganggu industri fesyen lokal jika tidak diatur dengan baik. Saran penelitian mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku usaha thrift, komunitas Muslim, dan lembaga pendidikan untuk memperluas kampanye konsumsi bijak dan pengelolaan limbah tekstil, sehingga praktik thrifting lebih aman, sehat, dan konstruktif bagi keberlanjutan ekonomi dan ekologi kota.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | komsumsi Islam; thrift; circular economy; maqasid shariah |
| Subjects: | Ekonomi Islam Masalah sosial Konsumen |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Pembayun Mursilah |
| Date Deposited: | 14 Jan 2026 09:25 |
| Last Modified: | 14 Jan 2026 09:25 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/86670 |
