Kiai desa mempertemukan hisab waktu salat dengan kearifan lokal

Solikin, Agus (2020) Kiai desa mempertemukan hisab waktu salat dengan kearifan lokal. LovRinz Publishing, Cirebon. ISBN 978-623-289-002-2

[thumbnail of Agus Solikin_Kiai Desa.pdf] Text
Agus Solikin_Kiai Desa.pdf

Download (2MB)

Abstract

Hukum Islam dan kearifan lokal adalah dua hal yg berbeda akan tetapi mempunyai keterkaitan yang sangat kuat. Dalam sejarah pembentukan hukurn Islam (baca: fiqh), seringkali ulama mempertimbangkan kearifan lokal dan adat Istiadat sebagaj pijakan penetapan hukumnya. Sebut saja Imam syafii yang mempunyai dua qaul (pendapat), qaul qadim (pendapat lama) yaitu ketika Imam syafii masih berada di Iraq, dan Qaul Jadid (pendapat baru) yaitu pendapat Imam syafii ketika pindah ke mesir. Perbedaan ini tidak terlepas dari perbedaan adat Istiadat dan kearifan lokal yang ikut merubah konstruksi hukum yang ada, yang dalam kajian usul fikih disebut 'Urf. Di Indonesia, praktik keagamaan yg dijalankan aleh masyarakat berdasar apa yg disampaikan oleh para kyai dan ulama juga tidak terlepas dari adat istiadat dan kearifan lokal. Urf dasar penetapan hukurn menjadi salah satu pertimbangan hukum yang dipakai ulama Indanesia dengan catatan tdak melanggar aturan syariat yg sudah qat’i, seperti tentang adanya waktu imsak ketika puasa, pakai sarung ketika shalat, zakat mengunakan beras, termasuk dalam penentuan waktu masuknya shalat. Buku ini menjadi pembuktian bahwa Hukum Islam khususnya di Indonesia tidak pernah lepas dari adat istiadat dan kearifan lokal.

Item Type: Book
Uncontrolled Keywords: Kiai desa; hisab; waktu salat; kearifan lokal
Subjects: Antropologi Budaya
Hisab dan Rukyah
Divisions: Karya Ilmiah > Buku
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 09 Jul 2020 05:54
Last Modified: 09 Jul 2020 05:54
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/41762

Actions (login required)

View Item
View Item