Profil metakognisi dalam memecahkan masalah aritmatika sosial dibedakan dari kemampuan matematika siswa

Qomariyah, Fitrotil (2019) Profil metakognisi dalam memecahkan masalah aritmatika sosial dibedakan dari kemampuan matematika siswa. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Fitrotil Qomariyah_D74214031.pdf] Text
Fitrotil Qomariyah_D74214031.pdf

Download (6MB)

Abstract

Metakognisi adalah kesadaran seseorang terhadap proses dan hasil berpikirnya dalam mengembangkan perencanaan, pemantauan, dan evaluasi tindakan ketika siswa memecahkan masalah. Tahap-tahap dalam memecahkan masalah yang dikemukakan oleh Polya yaitu memahami masalah, merencanakan pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan memeriksa kembali. penelitian ini bertujuan: 1) mendeskripsikan metakognisi siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi dalam memecahkan masalah aritmatika sosial, 2) mendeskripsikan metakognisi siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang dalam memecahkan masalah aritmatika sosial, 3) mendeskripsikan metakognisi siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah dalam memecahkan masalah aritmatika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini berjumlah 6 orang yang diambil dari siswa kelas VIII-A di SMPN 17 Surabaya yang terdiri dari 2 siswa dengan kemampuan matematika tinggi, 2 siswa dengan kemampuan matematika sedang dan 2 siswa dengan kemampuan matematika rendah. Pengumpulan data dengan tugas tertulis dan wawancara berbasis tugas. Data tugas tertulis dan wawancara dianalisis berdasarkan indikator metakognisi. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dalam penelitian ini bahwa siswa yang memiliki kemampuan matematika tinggi mampu memenuhi seluruh aktivitas metakognisi pada tahap pemecahan masalah polya. siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang dalam memecahkan masalah matematika yaitu melakukan seluruh aktivitas metakognisi disemua pemecahan masalah Polya akan tetapi hanya optimal pada tahap memahami masalah dan merencanakan pemecahan masalah. Siswa yang memiliki kemampuan matematika rendah dalam memecahkan masalah matematika yaitu tidak melakukan aktivitas metakognisi pada tahap memeriksa kembali hasil yang diperoleh dan melakukan aktivitas metakognisi pada tahap yang lainnya akan tetapi hanya optimal pada tahap memahami masalah

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Metakognisi; Kemampuan Matematika
Subjects: Matematika
Pendidikan
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Matematika
Depositing User: Fitrotil Qomariyah
Date Deposited: 06 Jan 2020 06:43
Last Modified: 06 Jan 2020 06:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/38423

Actions (login required)

View Item
View Item