Nova, Naufa Fauziah Kamala (2019) Pemasaran pendidikan melalui ketokohan K. H. Masykur Al Hafidz di SD NU Insan Qur'ani Pare, Kediri. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Naufa Fauziah D03213022.pdf
Download (1MB)
Abstract
Pemasaran Pendidikan bukan merupakan kegiatan bisnis semata agar sekolah yang dikelola hanya mendapatkan siswa, tetapi merupakan tanggung jawab penyelenggara pendidikan terhadap masyarakat luas tentang jasa pendidikan yang telah, sedang dan akan dilaksanakannya. Dalam kegiatan pemasaran pendidikan tentunya terdapat peran aktif seseorang yang dapat mempengaruhi masyarakat untuk menarik minat terhadap suatu lembaga. Hal ini, seperti yang dilakukan oleh SD NU Insan Qur’ani kegiatan pemasaran pendidikan secara langsung diperankan oleh K. H. Masykur Al Hafidz yang sebagai pemilik lembaga. Adapun hasil penelitian dari pelaksanaan Pemasaran Pendidikan melalui Ketokohan K. H. Masykur Al Hafidz di SD NU Insan Qur’ani Pare, Kediri yakni melaksanakan kegiatan dakwah untuk menyebarkan informasi keberadaan sekolah dalam menembus pasar merupakan tujuan pemasaran untuk meningkatkan penjualan dan penawaran barang atau jasa kepada sasaran pembeli, baik yang pernah menggunakan atau yang belum menggunakan barang dan jasa. Dapat dikatakan sesuai dengan teori karena promosi dilakukan melalui media dakwah oleh K. H. Masykur Al Hafidz agar anaknya bersekolah ditempat yang tepat dan memiliki keunggulan baik agama maupun pendidikan umum sehingga masyarakat memiliki pendapat bahwa sekolah yang memiliki keunggulan tersebut adalah SD NU Insan Qur’ani yang berada di bawah asuhan seorang kyai. Kharismatik seorang kyai ini yang menjadikan nilai lebih dari pemasaran SD NU dalam mengenalkan kepada masyarakat. Dalam pelaksanaan pemasaran pendidikan, tentu terdapat factor pendukung dan penghambat yang memicu. Secara garis besar faktor yang menjadi pendukung antara lain karena sekolah secara letak geografisnya yang sangat strategis untuk dijangkau serta berada di lingkungan pesantren, sehingga sekolah memiliki kegiatan tambahan seperti program Yanbu’a dengan tenaga pendidik dari santri dan kyai secara langsung turut andil dalam kegiatan keagamaan lainnya. Ketokohan seorang kyai yang kharismatik menjadi tolak ukur masyarakat sebagai produsen untuk memberikan pendidikan sehingga dapat mencetak murid yang berakhlaqul karimah. Adapun faktor penghambatnya antara lain adalah karena sekolah merupakan lembaga yang baru berdiri sehingga tim pelaksana pendidikan tergolong masih baru atau fresh graduated, yang menjadikan keraguan masyarakat terhadap sekolah.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pemasaran, pendidikan, ketokohan |
| Subjects: | Pemasaran Pendidikan Islam > Pendidikan Islam - Manajemen |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Manajemen Pendidikan Islam |
| Depositing User: | Kamala Naufa Fauziah |
| Date Deposited: | 15 Feb 2019 03:33 |
| Last Modified: | 15 Feb 2019 03:33 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/30166 |
