Yanto, Yanto (2009) Pendekatan belajar konstruktivisme dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (perspektif Vygotsky). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Yanto_D01205236.pdf
Download (934kB)
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian literer atau studi pustaka untuk menjawab suatu masalah mengenai bagaimana sebenarnya konsep belajar Konstruktivisme menurut Vygotsky dalam proses pembelajaran, untuk diterapkan dalam proses belajar dan mengajar agar mendapatkan output yang lebih baik, yang mandiri, dan yang kritis/peka terhadap realitas yang ada di dunia. Dan bisa mengkonstruk pengetahuan yang ada dalam dirinya melalui interaksi dengan orang lain. Data penelitian dihimpun dengan cara memilah dan memilih pemikiran Vygotsky tentang konsep belajar konstruktivisme dalam proses pembelajaran yang bersumber dari buku, artikel, majalah dan sebagainya, selanjutnya dianalisis dengan teknik analisa data deskriptif, yaitu mengolah data dengan cara menggambarkan atau menguraikan data yang telah diperoleh mengenai masalah tersebut. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Vygotsky menekankan pada pentingnya interaksi sosial bagi perkembangan belajar seseorang, pengembangnnya terjadi di lingkungan di mana individu tersebut berada, dan akan berlangsung seumur hidup seiring dengan perubahan-perubahan yang ada di lingkungannya tersebut sehingga akan membentuk kepribadian dan pola pikir seseorang. Dimana Kondisi sosial adalah sebagai tempat penyebaran dan pertukaran pengetahuan, ketrampilan dan nilai-nilai sosial budaya. Anak-anak akan memperoleh berbagai pengetahuan dan ketrampilan melalui interaksi sehari-hari baik lingkungan sekolah maupun keluarganya secara aktif. Perolehan pengetahuan dan perkembangna kognitif sesuai dengan teori sosiogenesis yaitu kesadaran berinteraksi dengan lingkungan dimensi sosial yang bersifat primer dan demensi individual bersifat derivatif atau turunan dan sekunder, sehingga teori belajar Vygotsky disebut dengan pendekatan Co Konstruktivisme artinya perkembangan kognitif seseorang disamping ditentukan oleh individu sendiri secara aktif, juga ditentukan oleh lingkungan sosial yang aktif pula. Dalam proses pembelajaran Vygotsky juga memperkenalkan istilah potensi dalam perkembangan kognitif yang disebut dengan Zone of Proximal Development (ZPD) dimana Zone of Proximal Development itu ada 4 tahap, yang diteruskan dengan konsep Scaffolding yang bertujuan untuk membantu anak didik menyelesaiakan tugas yang sukar melalui setrategi interaksi social yaitu dengan bantuan dan bimbingan orang-orang yang lebih mampu dan lebih mahir dalam membimbing
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Belajar konstruktivisme; pembelajaran; Pendidikan Agama Islam; perspektif Vygotsky |
| Subjects: | Belajar Pendidikan Islam Pendidikan > Pembelajaran |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Editor : samid library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Jan 2019 09:02 |
| Last Modified: | 22 Jan 2019 09:02 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/29083 |
