Mustaqim, Mustaqim (2017) Urgensi majlis dhikir dalam penyadaran beragama bagi pemuda: studi tentang Copler Community di Gresik. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (9MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (219kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (247kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (608kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (403kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (294kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (358kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (197kB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (183kB) | Preview
Abstract
Problematika yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang masalah sosial khususnya kenakalan remaja dan bagaimana penanganannya. Majlis dhikir menjadi salah satu solusi penanganan yang sifatnya urgen untuk membangkitkan kesadaran beragama para pemuda. Secara spesifik kajian ini akan membahas tentang apa motif tindakan pemuda pengikut Copler, dan bagaimana kesadaran beragama pengikut Copler terbentuk setelah mengikuti majlis dhikir. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif, fenomenologi digunakan sebagai pendekatan (approach) sedangkan pisau analisanya menggunakan prespektif teori tindakan Max Weber dan konstruksi realitas sosialnya Berger-Luckman. Subyek penelitian adalah pengikut Copler yang berada pada wilayah Gresik dengan teknik analisa data melalui reduksi data, display data, dan verifikasi. Digunakan In depth interview, observasi dan dokumentasi untuk menjelajahi data dengan triangulasi sebagai verifikasinya. Hasil penelitian mengungkap bahwa motiv tindakan pengikut Copler terdiri dari; tahap fenomenologis; Rasionalitas instrumental & nilai (bertaubah, taqorrub, mencari pahala), Rasionalitas tradisional & afektif (ajakan teman atau tanpa tujuan). Tahap transcendental; Rasionalitas instrumental & rasionalitas nilai (khidmah, taqorrub ila al Allah). Ditemukan pemahaman bahwa komandan Copler adalah putra kiyai Asrari ra, dan kepercayaan bahwasanya komandan adalah manusia pilihan yang mempunyai kualitas adialamiah, maka Struktur otoritas komunitas ini berkisar pada dua kategori; yaitu Otoritas Tradisional dan Otoritas Karismatik. Konstruksi kesadaran beragama pengikut Copler terbentuk melalui tiga momen eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi yang berjalan simultan, polanya spiral dengan dimensi yang semakin meluas. Adanya perubahan pengikut Copler Community setelah mengikuti majlis dhikir. Pada wilayah personal, timbul kesadaran sebagai pribadi beragama, berbuah perilaku baik pada diri sendiri. Pada wilayah komunal, timbul kesadaran pertemanan yang didasari mencari ridho Allah. buahnya berperilaku baik pada lingkungan social. Dan pada wilayah transenden muncul kesadaran diri sebagai khadim (pelayan) Allah, Rasulullah, Guru, dan sesama manusia. buahnya berperilaku sebagai mukmin yang hakiki. Bagi pemerhati masalah sosial, perlu memadukan antara praktis dan teoritis, ketika pemahaman dan pengalaman bersatu, maka semakin kuat dan kokoh efek yang ditimbulkan. Majlis dhikir bisa dijadikan sebagai salah satu media penanganan problem sosial.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konstruksi; Kesadaran Beragama; Pemuda; Majlis Dhikir |
| Subjects: | Pemuda Islam Tasawuf |
| Divisions: | Program Magister > Filsafat Agama |
| Depositing User: | Mustaqim Syarfan |
| Date Deposited: | 19 Apr 2017 08:23 |
| Last Modified: | 19 Apr 2017 08:23 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/16116 |
