Analisis Shad Ad-Dhari'ah terhadap kebijakan keberangkatan bagi calon jamaah haji sakit resiko tinggi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Lathifiyah, I'nayatul (2016) Analisis Shad Ad-Dhari'ah terhadap kebijakan keberangkatan bagi calon jamaah haji sakit resiko tinggi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (380kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (207kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (438kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (349kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (529kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (617kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (242kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (314kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (320kB) | Preview

Abstract

Skripsi yang berjudul “Analisis Shad Ad-Dhari’ah Terhadap Kebijakan Keberangkatan Bagi Calon Jamaah Haji Sakit Resiko Tinggi Oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia” adalah hasil penelitian pustaka untuk menjawab pertanyaan tentang, 1) Bagaimana kebijakan menteri kesehatan terhadap calon jamaah haji yang sakit resiko tinggi? 2) Bagaimana analisis Shad ad-dhari<’ah terhadap kebijakan calon jamaah haji yang sedang sakit resiko tinggi? Data yang diperlukan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Setelah data terkumpul, data diolah dan dianalisis dengan metode deskriptif analisis dan dengan pola fikir deduktif untuk memperoleh kesimpulan yang khusus dan dianalisis dengan shad ad-dhari<’ah. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa kebijakan keberangkatan bagi calon jamaah haji sakit resiko tinggi oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah mengizinkan bagi yang mengalami sakit yang ringan dan masih mampu untuk melakukan ibadah haji, namun bagi calon jamaah haji yang sakit resiko tinggi tidak diizinkan untuk berangkat pada saat itu, namun ada waktu tunggu dalam masa pemukihan kesehataan calon jamaah haji tersebut dan tidak mampu melaksanakan berangkat haji maka disarankan untuk menggunakan haji badal, namun bagi badal haji tidak dapat menggantikan posisi calon jamaah yang sakit, namun harus terlebih dahulu membatalkan keberangkatan terlebih dahulu, kemudian setelah itu badal haji melakukan pendaftaran sebagaimana mestinya. Analisis shad ad-dhari<’ah terhadap kebijakan bagi keberangkatan calon jamaah haji oleh Menteri Kesehatan : Tidak diperbolehkan bagi jamaah haji jika telah mengalami sakit resiko tinggi, jika ia memaksa berangkat justru akan membahayakan kondisi bagi calon jamaah yang sakit tersebut dan merepotkan keluarga atau pihak lainnya, kaidah fikih menggunakan meninggalkan keburukan lebih diutamakan dibanding meraih kebaikan. Menyarankan bagi pihak calon jamaah haji yang merasa dirinya tidak sehat agar mengetahui kondisi tubuhnya sendiri untuk tidak memaksakan kehendak berangkat yang menurutnya wafat di Tanah suci adalah kehormatan, agar calon jamaah tidak merepotkan panitia haji yang ada, karena jika ada yang sakit maka panitia menjadi lebih fokus pada beberapa orang tertentu saja, dan mengabaikan jamaah yang lain.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Lathifiyah, I'nayatulinayatul.fia@gmail.comC01212077
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorGhufron, Muhammad--197602242001121003
Subjects: Haji
Keywords: jamaáh haji; kesehatan
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Lathifiyah I'nayatul
Date Deposited: 23 Aug 2016 04:28
Last Modified: 26 Nov 2019 07:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/11847

Actions (login required)

View Item View Item