Motivasi keimanan santri dewasa perspektif Abraham Maslow di Pondok Pesantren Salafiyah Mamba'ul Iman Dawarblandong Mojokerto

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

David, Ahmad (2019) Motivasi keimanan santri dewasa perspektif Abraham Maslow di Pondok Pesantren Salafiyah Mamba'ul Iman Dawarblandong Mojokerto. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Ahmad David_E22215048.pdf

Download (1MB)

Abstract

Dalam kehidupan pasti akan mempunyai masalah, namun masalah itu terselesaikan karena adanya motivasi dari orang terdekat. Sehingga orang yang mempunyai masalah itu nantinya akan bisa menghadapi sendiri walaupun juga akan butuh bantuan dari orang lain. Pada suatu masalah, kita sebagai manusia perlu adanya motivasi dari orang lain maupun dari dalam diri kita sendiri. Agar kita lebih bisa bertahan dalam hidup, harus lebih bersemangat karena kita mempunyai tujuan yang harus dicapai. Berbeda lagi dengan kehidupan di dunia pondok pesantren, motivasi santri dewasa di dalam Pondok Pesantren Salafiyah Mamba’ul Iman Dawarblandong Mojokerto. Bahwa motivasi santri karena adanya kemauan dari dalam dirinya sendiri, agar santri tersebut bisa belajar mendalami agama serta juga bisa mengamalkan ilmu agama yang mereka dapatkan dari pondok. Hal tersebut masuk dalam motivasi intrinsik, karena santri itu belajar di pondok atas dorongan dalam dirinya sendiri. Dan juga, pada teori hierarki kebutuhan Abraham Maslow dikategorikan sebagai kebutuhan aktualisasi diri. Dari paparan santri dewasa tersebut, setalah ia sudah mendapatkan ilmu agama secara mendalam serta berkeinginan untuk mengamalkannya kepada orang lain. Kebutuhan itu sendiri, ditempatkan dalam tingkat tertinggi diantara kebutuhan lainnya. Dengan begitu adanya kebutuhan inilah seseorang akan mampu menjadi manusia yang mandiri, dan dapat menghadapi segala permasalahan dalam kehidupannya. Selain itu juga ada santri yang terpaksa, dikarenakan orang tuanya memaksanya agar belajar di pondok yang tujuanya baik untuk anaknya di akhirat kelak. Pada permasalahan tersebut, masuk dalam motivasi ekstrinsik yaitu ia terpaksa dengan keadaan yang santri alamin. Dan juga dikategorikan teori hierarki kebutuhan Abraham maslow yaitu, kebutuhan aman karena dalam hal ini kehidupannya terancam dengan keadaan yang di paksa oleh orang tuanya.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
David, Ahmadahmaddavid1996@gmail.comE22215048
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
Thesis advisorSetiyani, Wiwiksetiyaniwiwik@gmail.com197112071997032003
Thesis advisorNasruddin, Nasruddinnasruddin@uinsby.ac.id197308032009011005
Subjects: Motivasi Belajar
Pesantren
Perilaku
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Studi Agama - Agama
Depositing User: Ahmad David
Date Deposited: 03 Jan 2020 01:36
Last Modified: 03 Jan 2020 01:36
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/36737

Actions (login required)

View Item View Item