PEMAKNAAN BARAKAH DALAM PENGABDIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DUSUN SUCI DESA JUBELLOR KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Sa'diyah, Cholilatus (2015) PEMAKNAAN BARAKAH DALAM PENGABDIAN SANTRI DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA DUSUN SUCI DESA JUBELLOR KECAMATAN SUGIO KABUPATEN LAMONGAN. Undergraduate thesis, Uin Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (766kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (130kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (134kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (455kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (213kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (154kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (1MB) | Preview

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pemaknaan barakah dalam pengabdian santri yang didalamnya dijelaskan makna barakah melalui pengabdian dengan berbagai bentuk dari pengabdian itu sendiri serta dijelaskan juga apa yang menjadi motif santri dalam melakukan pengabdian di pondok pesantren. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teori yang digunakan dalam melihat fenomena yang terjadi padas antri yang memaknai barakah melalui pengabdian di sebuah pondok pesantren Nurul Huda ini adalah teori interaksionisme simbolik.Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa konsep barakah diperoleh oleh santri dari kyai melalui simbol-simbol tertentuyang kemudian diterapkan melalui pengabdian santri di sebuah pesantren. Pengabdian tidak hanya dengan sistem mengajar, tetapi bisa berupa bentuk kegiatan lainnya, berikut bentuk kegiatan lain yang menurut para santri adalah merupakan pengabdian selain kegiatan belajar yang dilakukan oleh santri pondok pesantren Nurul Huda: ada santri yang mengembala kambing, ada yang mengurus sawah, ada yang bertugas memasak, mengurus tambak. Meskipun para santri melakukan kegiatan tambahan seperti disebutkan diatas, namun tidak mengabaikan kewajiban mereka untuk belajar selama di pesantren, yakni dengan mematuhi peraturan dan mengikuti kegiatan-kegiatan pembelajaran yang ada di pondok pesantren, hal ini menguatkan bahwa dengan mengabdi tidak akan membuat santri melupakan kewajiban sebagai seorang santri itu. Mereka semua melakukan itu dengan ikhlas, tanpa mengharap upah ataupun imbalan, karena santri yang mengabdi tidak menginginkan banyak hal, mereka hanya ingin mendapatkan keberkahan ilmu dari kyai selama proses pengabdian di pondok pesantren.Motivasi para santri ketika memilih menempuh pendidikan di pondok pesantren adalah mereka ingin belajar khususnya ingin mendalami pengetahuan tentang agama dan ingin mendapatkan barakah ilmu yang di dapat selama di pesantren bagi santri yang melakukan pengabdian. Dan berharap setelah keluar dari pondok santri bisa menjadi pribadi intelektual yang berakhlakul karimah. Selain motif diatas para santri memutuskan untuk menempuh pendidikan di pondok pesantren adalah tertarik oleh kharisma dan kesederhanaan kyai yang layak untuk dijadikan panutan.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: Amal Taufiq
Creators:
CreatorsEmailNIM
Sa'diyah, CholilatusUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Pesantren
Keywords: Pengabdian Santri
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Editor : Aries Hamidah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 19 Nov 2015 08:16
Last Modified: 19 Nov 2015 08:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/2819

Actions (login required)

View Item View Item