Upaya mengatasi ketergantungan pecandu narkoba dengan terapi dzikir di pondok pesantren Inabah XIX Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muslimin, Achmad (2011) Upaya mengatasi ketergantungan pecandu narkoba dengan terapi dzikir di pondok pesantren Inabah XIX Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Achmad Muslimin_D01207208.pdf

Download (730kB) | Preview

Abstract

Dewasa ini korban penyalahgunaan narkoba semakin besar. Berbagai pengobatan dan terapi telah hadir di masyarakat, sebagai pilihan untuk mengatasi ketergantungan yang diakibatkan narkoba Salah satunya adalah dengan tempi dzikir, salah satunya yang ada di pondok pesantren lnabah XIX Surabaya Peneliti tertarik untuk meneliti upaya mengatasi ketergantungan pecandu narkoba dengan terapi dzikir di pondok pesantren Inabah XIX Surabaya dengan alasan tersebut, peneliti merumuskan beberapa masalah.1) Bagaimana kondisi pecandu narkoba di pondok pesantren Inabah XIX Surabaya 2)Bagaimana terapi dzikir di pondok pesantren lnabah XIX Surabaya 3) bagaimana efektifitas tempi dzikir yang ada di pondok pesantren Inabah XIX Surabaya. Peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan maksut memperoleh keterangan dari para santri maupun Pembina pondok pesantren Inabah XIX Surabaya Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode dokumentasi, observasi clan wawancara. Untuk menganalisa data digunakan dengan teknik deskriptif. Pondok Pesantren Inabah XIX Surabaya adalah salah satu lembaga yang menangani korban penyalahgunaan narkoba dengan model pembinaan Islam, yaitu dengan dengan metode terapi dzikir. Dalam pengobatan dengan terapi dzikir, pembina bukan seperti pondok lain yang lansung mengajarkan ilmu pengetahuan Islam. Akan tetapi condong pada ajakan berdzikir. Bentuk dzikimya sendiri cukup mudah yakni dengan melafalkan Laa ilaha illa Allah. Dengan demikian para santri yang belum mengenal ilmu agama Islam tidak perlu kesulitan dalam mengikuti pengobatan. Anak bina yang kebanyakan pengguna sabu-sabu dan pil koplo. lmajinasi mereka meninggi jika mengkonsumsi narkoba jenis tersebut. Walaupun begitu di pondok pesantren tidak ada perlakuan khusus dari pembina. Baik dari anak bina kalangan yang elit politik sampai pelajar biasa, semua mendapat perlakuan sama. Dengan demikian akan terjalin tujuan yang sama pula. Untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain dzikir, ada beberapa amaliyah yang dikerjakan oleh para anak bina. Seperti mandi taubat yaitu mandi di tengah malam untuk menghilangkan semua rasa sakit yang ada pada fisik mereka. Kemudian ada shalat, mulai dari shalat fardlu sampai sahalat yang sunnah. Hal ini dilakukan setiap hari. Maka yang terjadi adalah mereka lupa akan kehidupan dunia dan narkoba, walaupun mereka ingat narkoba yang dia ingat bahwa narkoba adalah musuh mereka.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muslimin, AchmadUNSPECIFIEDUNSPECIFIED
Subjects: Narkotika
Pesantren
Psikoterapi > Psikoterapi Islam
Keywords: Pecandu narkoba; terapi dzikir; pondok pesantren
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 05 Oct 2018 08:00
Last Modified: 05 Oct 2018 08:00
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/28069

Actions (login required)

View Item View Item