Model Proximity komunikasi pengasuh pesantren: studi di Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Ningtiyas, Ifoni Dita (2012) Model Proximity komunikasi pengasuh pesantren: studi di Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya. Undergraduate thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.

[img]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (142kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (108kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (263kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (210kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (228kB) | Preview
[img]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (213kB) | Preview
[img] Text
Bab 4.pdf

Download (1MB)
[img] Text
Bab 5.pdf

Download (438kB)
[img] Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (223kB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20826

Abstract

Terdapat tiga persoalan yang hendak dikaji dalam skripsi ini, yaitu (1) Bagaimana proses komunikasi yang terjadi di Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya, (2) Bagaimana model proximity komunikasi di lingkungan Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya, (3) Bagaimana cara pengasuh pondok dalam mengatasi hambatan-hambatan komunikasi yang ada di Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya. Dalam menyelesaikan persoalan di atas penulis menggunakan metode kualitatif sengan jenis pendekatan analisis deskriptif kualitatif untuk mengetahui proses dan model kedekatan komunikasi serta faktor yang menghambat komunikasi di Pondok Pesantren Baitul Jannah Surabaya. Teknik pengumpulan data sendiri menggunakan wawancara secara langsung ke tempat penelitian kemudian data yang terkumpul di analisis secara langsung untuk menghasilkan data yang peneliti inginkan. Dari basil penelitian ini ditemukan bahwa (1) Proses komunikasi yang terjadi lebih bersifat non formal atau berjalan secara santai dan terbuka, (2) Model kedekatan yang terbangun adalah suasana yang akrab dan terbuka serta jarak komunikasi yang memasuki jarak informal (0,5 meter). Akan tetapi, kedekatan pengasuh dengan santri tidak secara menyeluruh, yakni terdapat santri yang begitu dekat dan akrab dengan pengasuh dan terdapat pula santri yang tidak begitu akrab dengan pengasuh, (3) Hambatan komunikasi di pondok pesantren ini berupa hambatan psikologis yakni rasa malas yang timbul pada diri santri. Bertitik tolak dari penelitian ini, beberapa saran yang diperkirakan dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi peningkatan kualitas keakraban antara pengasuh dengan santri-santrinya. (I) Proses komunikasi yang tebuka memang baik dalam menjalin sebuah hubungan, namun pengasuh juga harus memberikan batas agar santri masih tetap memiliki rasa honnat kepada pengasuh pesantren, (2) Kedekatan komunikasi harus tetap dijaga dan ditingkatkan agar dapat mengembangkan hubungan yang lebih akrab secara keseluruhan, (3) Pengasuh harus melakukan komunikasi yang lebih efektif agar kebijakan-kebijakan yang diterapkan di pesantren bisa berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Ningtiyas, Ifoni Dita--UNSPECIFIED
Subjects: Komunikasi
Pesantren
Keywords: Proximity komunikasi; pengasuh; pesantren
Divisions: Fakultas Dakwah dan Komunikasi > Ilmu Komunikasi
Depositing User: Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2017 03:07
Last Modified: 21 Dec 2017 06:43
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20826

Actions (login required)

View Item View Item