Analisis hukum Islam terhadap mahar pernikahan berupa kain kafan: studi kasus di Pesantren al Fatah, Kecamatan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat

This item is published by Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Muhammad, Abdi Izuddin Nur (2021) Analisis hukum Islam terhadap mahar pernikahan berupa kain kafan: studi kasus di Pesantren al Fatah, Kecamatan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[img] Text
Abdi Izuddin Nur Muhammad_C91217084.pdf

Download (2MB)
Official URL: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20510

Abstract

Skripsi ini merupakan hasil dari penelitian lapangan (empiris) yang berjudul‚Analisis Hukum Islam Terhadap Mahar Pernikahan Berupa Kain Kafan (Studi Kasus di Pesantren Al Fatah, Kecamatan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat)‛. Skripsiini bertujuan menjawab pertanyaanyang dituangkan dalam rumusan masalah yaitu:bagaimana praktikmaharpernikahan yang menggunakan kain kafan sebagai maharnya,bagaimana esensi mahar pernikahan berupa kain kafan,serta bagaimana analisis hukum Islam terhadap mahar pernikahan berupa kain kafan. Data penelitian ini dihimpundengan teknik wawancara serta dokumentasi.Metode penelitian menggunakan metode penelitian hukum empiris kualitatif serta teknik analisisdatamenggunakan teknik induktif yang selanjutnya akan disusun secara sistematis sehingga menjadidata yang konkrit mengenaipemberian mahar berupa kain kafan dalam pernikahan di Pesantren Al Fatah, Kecamatan Pondokgede, Bekasi.Selanjutnya data tersebut diolah dan dianalisis dengan menggunakan teori hukum Islam, yaitu ketentuan-ketentuan mahar dalam Islam. Hasildari penelitian ini disimpulkanbahwa pemberian mahar berupa kain kafan pada pernikahan yang terjadi di Pesantren Al Fatah, Kecamatan Pondokgede, Bekasi ini telah sesuai dengan ketentuan-ketentuan mahar dalam hukum Islam antara lainbarang yang memiliki nilai,memiliki manfaat dan tujuan yang baik,suci, bukan barangcurian, jelas keadaannya,serta kedua mempelai ridho dengan mahar tersebut. Dari segi ketentuan kadar mahar, mahar kain kafan juga telah sesuai karena memang jumhur ulama’ sepakat bahwa tidak adabatasan-batasan maksimal dan minimalnya. Adapun menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi yang berpendapat bahwa ada batas minimal mahar, maka nilai mahar kain kafan ini juga telah memenuhi batas minimal mahar menurut beliau berdua.Sementara esensi dari mahar kain kafan ini adalah sebagai bentuk pengingat bagi keluargapengantin akan kematian yang sesuai dengan anjuran nabi, agar senantiasa melakukan amal kebaikan dan menghindari maksiat. Dari kesimpulan dapat disarankan bahwa mahar sebaiknya cukup menggunakan sesuatu yang sederhana, tidak terlalutinggi dan juga tidak terlalu rendah karena yang lebih penting adalah substansi dibalik mahar itu sendiri.Selain itu juga perlu adanya sosialisasi lebih lanjut dari pihak berwenang tentang pernikahan khususnya tentang mahar, agar di kemudian hari tidak sampai terjadi rendah karena yang lebih penting adalah substansi dibalik mahar itu sendiri.Selain itu juga perlu adanya sosialisasi lebih lanjut dari pihak berwenang tentang pernikahan khususnya tentang mahar, agar di kemudian hari tidak sampai terjadi adanya kasus pernikahan yang tidak sesuai dengan ketentuan dalam Islam.

Statistic

Downloads from over the past year. Other digital versions may also be available to download e.g. from the publisher's website.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Creators:
CreatorsEmailNIM
Muhammad, Abdi Izuddin Nurabdiizuddinnurm@gmail.comC91217084
Contributors:
ContributionNameEmailNIDN
UNSPECIFIEDMalik, Arif Jamaluddinarjamal77@gmail.com2006117202
Subjects: Hukum Islam
Nikah
Pesantren
Keywords: Hukum Islam; mahar; kain kafan; pesantren
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Editor : samid library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 11 Feb 2022 16:46
Last Modified: 27 May 2022 06:18
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/20510

Actions (login required)

View Item View Item