Qoharuddin, Mochammad Azis (2011) CERAI GUGAT DI SURABAYA DITINJAU DARI PENDEKATAN FENOMENOLOGI. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
cover.pdf
Download (91kB) | Preview
daf.isi.pdf
Download (10kB) | Preview
bab1.pdf
Download (79kB) | Preview
bab2.pdf
Download (199kB) | Preview
bab3.pdf
Download (69kB) | Preview
bab4.pdf
Download (83kB) | Preview
bab5.pdf
Download (26kB) | Preview
daf.pustaka.pdf
Download (9kB) | Preview
Abstract
Tesis ini merupakan hasil penelitian lapangan mengenai Ceria Gugat di Surabaya Ditinjau dari Pendekatan Fenomenologi. Adapun rumusan dari penelitian ini adalah: 1) Bagaimana fenomena cerai gugat di Surabaya?, 2) Bagaimana fenomena cerai gugat di Surabaya bila ditinjau dari pendekatan fenomenologi?
Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah kualitatif, dengan stressing pada pendekatan sosio-historis subjek, sementara proses penggalian data yang relevan dengan metode kualitatif diatas adalah dengan melakukan wawancara (interview) secara langsung terkait kasus tersebut, selanjutnya dianalisis dengan metode deskriptif analisis serta menggunakan pendekatan fenomenologi, dengan asumsi bahwa akan diperoleh hakikat kebenaran fenomena tersebut tanpa didahului oleh presuposisi.
Dari penelitian tersebut diperoleh, Pertama, bahwa Kasus cerai gugat yang ada di Pengadilan Agama Surabaya lebih di latar belakangi oleh tidak ada rasa tanggungjawab, serta perselisihan yang terus menerus terjadi, sehingga menimbulkan ketidakharmonisan keluarga, sedangkan tujuan dari sebuah perkawinan adalah membentuk keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah. Dan dampak yang ditimbulkan dari perselisihan adalah pendidikan anak yang terlantar, apabila suami isteri mempunyai anak, serta terganggunya komunikasi sosial masyarakat sekitar, dan terputusnya tali silaturrahmi antara kedua keluarga.
Kedua, cerai gugat dalam pandangan fenomenologi terkait dengan kasus yang penulis teliti, diperoleh beberapa kesimpulan; 1) bahwa cerai gugat dimaknai sebagai kehendak Tuhan yang telah digariskan (takdir), 2) sebagai pembebasan kekerasan (baik fisik maupun psikis) 3), sebagai mekanisme perlindungan bagi anak-anaknya 4) sebagai spirit dalam rangka membentuk kembali keluarga yang sakinah mawadah wa rahma. Sehingga, fenomena cerai gugat memiliki makna sebagai sebuah konservatisme masyarakat pedesaan yang memegang tradisi akibat mengemukanya faktor genetis dan fenotipe, yang memungkinkannya berujung pada status menjanda sebagai sesuatu yang tidak perlu dihindari.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fenomenologi; |
| Subjects: | Cerai Gugat Tasawuf |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 09 Feb 2012 |
| Last Modified: | 09 Apr 2015 08:39 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/9563 |
