Maghfiroh, Hikmatul (2014) ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL TANAH GARAPAN KEBUN KARET : STUDI KASUS DI DESA NOMAN KECAMATAN RUPIT KABUPATEN MUSI RAWAS UTARA SUMATERA SELATAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (661kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (164kB) | Preview
Daftar isi.pdf
Download (293kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (1MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (391kB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (290kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini merupakan hasil penilitian lapangan dengan judul “ANALISIS HUKUM ISLAM TERHADAP PELAKSANAAN PERJANJIAN BAGI HASIL TANAH GARAPAN KEBUN KARET (Studi Kasus di Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan)”, penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan diantaranya adalah: (1) Bagaimana Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Tanah Garapan Kebun Karet di Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan (2) Bagaimana Analisis Hukum Islam Terhadap Pelaksanaan Perjanjian Bagi Hasil Tanah Garapan Kebun Karet di Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan.
Data penelitian yang dihimpun menggunakan metode interview dan observasi, kemudian dianalisisis dengan deskriptif analisis yaitu menggambarkan data tentang pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah garapan kebun karet yang dianalisis dengan hukum Islam untuk mengambil kesimpulan melalui pola piker induktif dengan konsep musaqah yang digunakan untuk mengemukakan fakta-fakta atau kenyataan dari hasil penelitian yaitu kenyataan tentang praktek pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah garapan kebun karet di Desa Noman menurut konsep musaqah, selanjutnya data tersebut akan dianalisis dalam perspektif hukum Islam.
Dari data yang diperoleh, pertama, pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah garapan kebun karet terjadi karena petani penggarap (pihak kedua) tidak memiliki kebun karet sendiri dan tidak memiliki modal untuk memiliki kebun karet sendiri, maka petani penggarap melakukan kerja sama dengan pemilik kebun karet (pihak pertama). Kedua, jika penggarapan kebun mendapatkan hasil maka pembagian hasil dibagikan kepada semua pihak, dengan nisbah bagi hasil pihak pertama 1/3 bagian dan pihak kedua 2/3 bagian dari hasil yang didapat. Sedangkan apabila penggarapan kebun tidak menghasilkan apa-apa maka kedua belah pihak tidak mendapatkan bagian apa-apa. Berdasarkan hasil penelitian pelaksanaan perjanjian bagi hasil tanah garapan kebun karet di Desa Noman Kecamatan Rupit Kabupaten Musi Rawas Utara Sumatera Selatan tidak bertentangan dengan hukum Islam ataupun hukum adat daerah setempat, karena pelaksanaan bagi hasilnya tidak merugikan salah satu pihak serta sesuai dengan perjanjian bagi hasil dalam konsep musaqah.
Sejalan dengan kesimpulan diatas, hendaknya kedua belah pihak melaksanakan perjanjian bagi hasil secara tertulis dan bukan hanya secara lisan saja agar bias dijadikan bukti dan mendapat kepastian hukum. Serta hendaknya kedua belah pihak tetap berpegang pada rasa keadilan, saling tolong-menolong, saling percaya, saling jujur dan tetap berpegang pada hukum-hukum Allah.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | M. Ghufron |
| Uncontrolled Keywords: | Hukum islam; perjanjian; bagi hasil; tanah garapan; kebun karet |
| Subjects: | Hukum Islam > Perjanjian |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 17 Feb 2015 07:05 |
| Last Modified: | 17 Feb 2015 07:05 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/920 |
