Awaliah, Qoni'atul (2026) Konstruksi makna pidato Presiden Prabowo: analisis hermeneutika Paul Ricoeur. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Qoni'atul Awaliah_03010422018 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 24 June 2029.
Download (1MB)
Qoni'atul Awaliah_03010422018.pdf
Download (1MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi makna politik dalam pidato Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan pada tanggal 1 September 2025 di Istana Presiden Jakarta. Penelitian difokuskan pada analisis konstruksi makna melalui tahapan prefigurasi, konfigurasi, dan refigurasi dalam hermeneutika Paul Ricoeur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menjelaskan fungsi framing demokrasi, ancaman, dan pemulihan dalam membangun makna politik pidato Presiden Prabowo melalui model framing Robert M. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutika. Sumber data penelitian berupa transkrip pidato Presiden Prabowo tanggal 1 September 2025. Data penelitian berupa satuan lingual berupa kata, frasa, kalimat, dan paragraf yang mengandung konstruksi makna politik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, simak, dan catat. Analisis data dilakukan melalui tahapan prefigurasi, konfigurasi, dan refigurasi menurut Paul Ricoeur yang dipadukan dengan perangkat framing Robert M. Entman, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pidato Presiden Prabowo mengonstruksi makna politik melalui narasi demokrasi, ancaman terhadap stabilitas nasional, dan pemulihan kondisi sosial-politik. Melalui tahapan prefigurasi, pidato dibangun berdasarkan konteks sosial-politik pasca demonstrasi dan berbagai dinamika kebangsaan. Pada tahap konfigurasi, pidato menyusun narasi yang menghubungkan kebebasan berpendapat, penegakan hukum, dialog, dan persatuan nasional dalam satu kesatuan makna. Sementara itu, pada tahap refigurasi, teks menawarkan horizon pemahaman bahwa demokrasi, stabilitas, dan persatuan merupakan unsur yang saling berkaitan dalam kehidupan berbangsa. Framing yang digunakan memperlihatkan upaya pendefinisian masalah, identifikasi penyebab, penilaian moral, dan rekomendasi penyelesaian yang mendukung konstruksi makna politik tersebut. Dengan demikian, pidato Presiden Prabowo tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi politik, tetapi juga sebagai teks yang membangun dan menawarkan pemaknaan tertentu terhadap realitas sosial-politik.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Pidato; presiden; hermeneutika; analisis wacana |
| Subjects: | Politik Indonesia > Presiden Demokrasi |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | qoni'atul awaliah |
| Date Deposited: | 24 Jun 2026 03:14 |
| Last Modified: | 24 Jun 2026 03:14 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/91549 |
