Setiawan, David (2014) STUDI KOMPARASI PEMIKIRAN IMAM MALIK DAN IMAM SHAFII TENTANG JUAL-BELI MELALUI VENDING MACHINE. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (1MB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (122kB) | Preview
Daftar isi.pdf
Download (326kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (270kB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (408kB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (216kB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (262kB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (20kB) | Preview
Daftar pustaka.pdf
Download (29kB) | Preview
Abstract
Skripsi ini adalah hasil penelitian kepustakaan yang berjudul “Studi Komparasi Pemikiran Imam Malik dan Imam Shafi’i Tentang Jual-Beli melalui Vending Machine” penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan mengenai bagaimana praktek transaksi jual-beli melalui vending machine?, bagaimana perbandingan pendapat Imam Malik dan Imam Shafi’i tentang jual-beli melalui vending machine?.
Data dalam penelitian ini dihimpun dengan cara melakukan telaah dan kajian teks (teks reading), yang selanjutnya dianalisis dengan menggunakan deskriptif komparatif yaitu membandingkan paktek jual-beli vending machine menurut Imam Malik dan Imam Shafi’i dan menganalisisnya dengan menggunakan pola pikir deduktif, yaitu dengan cara menggunakan pendapat Imam Malik dan Imam Shafi’i serta argumentasinya untuk mendapatkan jawaban yang bersifat khusus.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa jual-beli melalui vending machine menurut Imam Malik adalah sah dikarenakan jual-beli dengan alat tersebut telah disepakati oleh pihak akad, baik yang berkenaan dengan barang maupun harganya, tetapi tidak memakai ijab dan qabul. karena bagi Imam Malik indikator dari sebuah kerelaan bukan hanya bisa diketahui dari perkataan verbal semata. Melainkan, dengan adanya kemauan dari si penjual dan si pembeli untuk melakukan transaksi juga bisa dijadikan indikator. Sedangkan menurut Imam Shafi’i tidak sah di karenakan transaksi jual-beli harus dilakukan dengan ucapan yang jelas atau sindiran. Melalui ijab dan qabul itu mengandung unsur kerelaan untuk kedua belah pihak. Karena bagi Imam Shafi’i kerelaan hanya bisa diketahui dari ucapan verbal.
Sejalan dengan kesimpulan di atas, maka kepada para produsen dan pembeli vending machine disarankan benar-benar mengetahui hukum jual-beli melalui vending machine menurut Imam Malik dan Imam Shafi’i.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Muh. Sholihuddin |
| Uncontrolled Keywords: | Pemikiran; Imam Malik; Imam Syafii; Jual Beli; Vending Machine |
| Subjects: | Jual Beli |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 17 Feb 2015 06:39 |
| Last Modified: | 17 Feb 2015 06:39 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/913 |
