Islam dan Negara : Analisis Pemikiran Abdurrahman Wachid

Musthofah, Muhammad Agung (2010) Islam dan Negara : Analisis Pemikiran Abdurrahman Wachid. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of cover.pdf]
Preview
Text
cover.pdf

Download (105kB) | Preview
[thumbnail of abstrak.pdf]
Preview
Text
abstrak.pdf

Download (92kB) | Preview
[thumbnail of daftar isi.pdf]
Preview
Text
daftar isi.pdf

Download (85kB) | Preview
[thumbnail of bab 1.pdf]
Preview
Text
bab 1.pdf

Download (153kB) | Preview
[thumbnail of bab 2.pdf]
Preview
Text
bab 2.pdf

Download (214kB) | Preview
[thumbnail of bab 3.pdf]
Preview
Text
bab 3.pdf

Download (179kB) | Preview
[thumbnail of bab 4.pdf]
Preview
Text
bab 4.pdf

Download (141kB) | Preview
[thumbnail of bab 5.pdf]
Preview
Text
bab 5.pdf

Download (126kB) | Preview
[thumbnail of daftar pustaka.pdf]
Preview
Text
daftar pustaka.pdf

Download (111kB) | Preview

Abstract

Hubungan Islam dan negara di Indonesia adalah dua entitas yang sepanjang sejarah kemerdekaan Indonesia senantiasa terlibat dalam pergumulan, salah satu puncak pergumulan keduanya adalah Sidang Majlis Konstituante tahun 1956-1959. Sejak Sidang Konstituante persoalan tersebut menjadi berbobot nilai idiologis dan politis melebihi wacana akademi yang pada tahun 1950 sangat produktif, perdebatan Islam dan negara tersebut merupakan bagian dari perdebatan akademis, ini terlihat pada sekitar tahun 1930 antara Soekarno dengan Mohammad Natsir memperjuangkan politik untuk mengkonkritkan ide atau konsep suatu negara. Memperjuangkan Islam sebagai idiologi baru terjadi pada Sidang Majlis Konstituante dimana wakil Umat Islam mengalami kekalahan, dari hasil tersebut menimbulkan dampak bawahan yang tidak baik bagi hubungan negara dan Agama Islam dimasa yang akan datang. Salah satu tokoh pemikir Islam yang mendukung sistem pemerintahan Indonesia supaya tidak diganti adalah KH. Abdurrahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Dur, Beliau merupakan intelektual yang tumbuh berkembang dilingkungan kaum tradisional yaitu kalangan Nahdatul Ulama (NU) tetapi gagasan tentang politik keagamaanya melampaui tokoh-tokoh pemikir modernis, diantara pemikiranya yang menonjol adalah pemikiran mengenai hubungan Islam dan Negara dan pluralisme agama. Meskipun Beliau tumbuh dan berkembang dilingkungan NU, yang note bene adalah orientasi pemikiran politiknya berkiblat kepada pemikiran para ulama klasik, semisal Al-Ghozali, Al-Mawardi, namun dalam relasi Islam dan negara Abdurrahman Wahid mampu menerapkan pemikirannya dengan tokoh-tokoh liberal lainnya. Dalam skripsi ini akan membahas mengenai Islam dan negara dalam pandangan Abdurrahman Wahid dan bagaimana hubungan keduanya. Dalam skripsi ini akan mengunakan metode penelitian kepustakaan (Library Research) dengan mengkaji data-data dari buku tulisan Beliau Menurut Abdurrahman Wahid Islam seharusnya diimplementasikan sebagai sebuah etika sosial (social ethics) yang berarti Islam berfungsi sebagai komplementer dalam kehidupan bernegara prefesi agama sebagai etika sosial juga merupakan salah satu alternatif untuk menghindarkan benturkan agama dengan modernisasi atau pembangunan bangsa

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Gus Dur; Pemikiran Abdurrahman Wahid; Negara
Subjects: Politik > Politik Islam
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam
Depositing User: Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id
Date Deposited: 28 Nov 2011
Last Modified: 17 Nov 2015 04:28
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/9035

Actions (login required)

View Item
View Item