Fluiditas gender dan orientasi non-heteronormatif dalam novel Happy Ending Machine karya Adelina Ayu: kajian queer Judith Butler

Rizky, Firdausy Fajarina (2026) Fluiditas gender dan orientasi non-heteronormatif dalam novel Happy Ending Machine karya Adelina Ayu: kajian queer Judith Butler. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Firdausy Fajarina Rizky_03040422084 OK.pdf] Text
Firdausy Fajarina Rizky_03040422084 OK.pdf

Download (1MB)
[thumbnail of Firdausy Fajarina Rizky_03040422084 Full.pdf] Text
Firdausy Fajarina Rizky_03040422084 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 15 April 2029.

Download (1MB)

Abstract

Penelitian skripsi ini berjudul Fluiditas Gender dan Orientasi Non-Heteronormatif Dalam Novel Happy Ending Machine Karya Adelina Ayu (Kajian Queer Judith Butler. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis bentuk penggambaran fluiditas gender dan orientasi seksualitas non-heteronormatif pada ketiga tokoh dalam novel Happy Ending Machine karya Adelina Ayu, dengan fokus utama pada bentuk performativitas tokoh, tindakan, ekspresi, dan bahasa yang membentuk identitas gender dan orientasi seksual tokoh, serta hubungannya dengan norma heteronormatif. Penelitian ini menggunakan teori queer Judith Butler untuk melihat gender sebagai konstruksi sosial yang bersifat performatif. Konsep performativitas gender yang fokus terhadap fluiditas gender dan orientasi non-heteronormatif digunakan untuk menganalisis bagaimana identitas tokoh dalam novel dibentuk melalui tindakan, bahasa, dan penampilan yang terus-menerus direproduksi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan ketiga tokoh dalam novel Happy Ending Machine karya Adelina Ayu, telah menampilkan sifat identitas yang cair sebagai hasil dari konstruksi. Sehingga hal tersebut pada akhirnya menimbulkan kritik terhadap tekanan mekanisme matriks heteroseksual. Pada tokoh Sheilendra ditemukan bentuk pengulangan performativitas maskulin demi menjaga keamanan di lingkungan keluarganya yang heteronormatif, sebelum akhirnya mencapai tahap subversi dan pembongkaran identitas melalui pengakuan kepada teman terdekatnya. Sementara itu, pada tokoh Candrarupa dan Zio telah melakukan bentuk perlawanan melalui negosiasi ekspresi gender yang konsisten di lingkungan yang konservatif. Simpulan akhir dari penelitian ini menegaskan bahwa narasi para tokoh merupakan bentuk kritik terhadap sistem heteronormativitas yang kaku, serta menjadi refleksi atas keberagaman identitas yang ada di lingkungan sosial

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: queer; performativitas gender; fluiditas gender; identitas gender; orientasi seksual; judith butler
Subjects: Bahasa Indonesia
Fiksi
Gender
Sastra
Divisions: Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia
Depositing User: Firdausy Fajarina Rizky
Date Deposited: 15 Apr 2026 04:21
Last Modified: 15 Apr 2026 04:22
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/90189

Actions (login required)

View Item
View Item