Tinjauan Maqasid Al-Shariah terhadap tambahan hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pedophilia

Nursiyanti, Nursiyanti (2016) Tinjauan Maqasid Al-Shariah terhadap tambahan hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pedophilia. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (383kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (665kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf]
Preview
Text
Bab 2.pdf

Download (6MB) | Preview
[thumbnail of Bab 3.pdf]
Preview
Text
Bab 3.pdf

Download (4MB) | Preview
[thumbnail of Bab 4.pdf]
Preview
Text
Bab 4.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of Bab 5.pdf]
Preview
Text
Bab 5.pdf

Download (659kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka.pdf

Download (643kB) | Preview

Abstract

Skripsi ini adalah hasil penelitian literatur tentang “Tinjauan Maqasid al-Shariah Terhadap Tambahan Hukuman Kebiri Bagi Pelaku Tindak Pidana Pedophilia”, yang bertujuan untuk menjawab pertanyaan: bagaimana tambahan hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pedophilia dan bagaimana tinjauan maqa>s}id al sha>ri’ah terhadap tambahan hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pedophilia. Data penelitian ini dihimpun dengan pembacaan teks (text reading) yang ada dalam buku dan selanjutnya dianalisis dengan menggunakan teknik verifikatif dan pola pikir deduktif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa tambahan hukuman kebiri bagi pelaku tindak pidana pedophilia merupakan tambahan hukuman berupa tindakan bedah dengan cara membuang testis sebagai penghasil hormone testosteron, atau dengan suntik kimia, yaitu dengan menyuntikkan hormone antiandrogen seperti cyproterone acetate (CPA, medroxyprogesterone acetate (MPA), leuprolide dan triptoreline yang berfungsi untuk melemahkan hormon testosterone, yang diberikan kepada pelaku atas kejahatan yang dilakukan terhadap anak akibat kelainan perkembangan seksual pelaku yang abnormal.Maqasid al-shari’ah memandang bahwa tambahan hukuman kebiri baik yang melalui metode bedah ataupun suntik kimia bagi pelaku tindak pidana pedophilia termasuk tindak pidana yang mengancam terpeliharanya akal (hifz} al-‘aql). Tujuan hukuman tersebut sudah relevan dengan tujuan hukum Islam, yaitu untuk melindungi masyarakat dari rasa takut akan ancaman kejahatan tersebut. Sebagai hukuman yang diharapkan memberikan efek jera bagi pelaku sehingga tercapai kebaikan bagi umat dengan tidak mengulangi lagi perbuatannya, serta berfungsi preventif terhadap kemungkinan terjadinya pengulangan jenis kejahatan yang sama, dan represif dalam mendidik pelaku agar ia menjadi orang yang baik dan menyadari kesalahan. Sejalan dengan kesimpulan di atas, kepada para pemegang otoritas agar memberlakukan tambahan hukuman bagi pelaku tindak pidana pedophilia di Indonesia demi terciptanya rasa aman dan tentram masyarakat dari ancaman kejahatan pedophilia ini, khususnya untuk melindungi anak sebagai generasi penerus bangsa.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Hukuman Kebiri; pedophilia
Subjects: Hukum Islam
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Nursiyanti Nursiyanti
Date Deposited: 16 Aug 2016 06:30
Last Modified: 15 Jan 2020 08:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/8996

Actions (login required)

View Item
View Item