Menyalati jenazah koruptor dalam pandangan hadis riwayat Abi Dawud No. 2710: analisis Muhammadiyah.or.id perspektif hermeneutika Double Movement

Muniroh, Awwalul (2026) Menyalati jenazah koruptor dalam pandangan hadis riwayat Abi Dawud No. 2710: analisis Muhammadiyah.or.id perspektif hermeneutika Double Movement. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Awwalul Muniroh_07020522025.pdf] Text
Awwalul Muniroh_07020522025.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Awwalul Muniroh_07020522025_Full.pdf] Text
Awwalul Muniroh_07020522025_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 April 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penyalahgunaan jabatan untuk korupsi tidak hanya berkonsekuensi hukum, tetapi juga memiliki implikasi teologis berupa sanksi sosial. Fenomena korupsi di Indonesia memicu kegaduhan di publik dan di media sosial, di mana publik mulai mengaitkan isu ini dengan hadis Nabi SAW mengenai penolakan menyalatkan jenazah koruptor (ghulul). Namun, meski hadis tersebut diakui secara tekstual oleh organisasi Islam, implementasi sanksi moral tersebut masih jarang dijumpai dalam realitas praktis di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi hadis dan teori Double Movement. Data primer berupa hadis tentang penolakan Nabi untuk menyalati jenazah pelaku korupsi, khususnya hadis dalam sunan abi Dawud no.2710 yang dimuat dalam situs muhammadiyah or.id. sedangkan data sekunder mencakup berbagai literatur karya ulama hadis terkait korupsi dan pemikiran Fazlur Rahman. Analisis dilakukan untuk membedah validitas hadis serta merekontekstualisasi maknanya dalam fenomena sosial modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tersebut berstatus shahih lighairihi dan menekankan nilai integritas serta transparansi antara pemerintah dan rakyat. Di media sosial, hadis ini dipahami melalui beragam logika warganet yang menjadikan ruang digital sebagai sarana rekontekstualisasi hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penolakan Nabi tersebut merupakan bentuk hukuman moral (shock therapy) yang perlu diaktualisasikan dalam praktik kontrol sosial masyarakat sebagai upaya penguatan integritas dan etika publik di Indonesia."

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Korupsi (Ghulul); sanksi sosial; jenazah koruptor; double movement; muhammadiyah.or.id
Subjects: Golongan Sosial
Hadis
Informasi
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Awwalul Muniroh Alul
Date Deposited: 10 Apr 2026 06:11
Last Modified: 10 Apr 2026 06:11
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/89651

Actions (login required)

View Item
View Item