Analisis bioakumulasi mikroplastik pada rantai makanan di kawasan mangrove pesisir Kalanganyar,Sidoarjo

Ummah, Ainiyatul (2026) Analisis bioakumulasi mikroplastik pada rantai makanan di kawasan mangrove pesisir Kalanganyar,Sidoarjo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Ainiyathul Ummah_09040422051.pdf] Text
Ainiyathul Ummah_09040422051.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Ainiyathul Ummah_09040422051_Full.pdf] Text
Ainiyathul Ummah_09040422051_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 April 2029.

Download (4MB)

Abstract

Pencemaran mikroplastik di ekosistem pesisir menjadi perhatian karena partikel tersebut dapat terakumulasi di lingkungan dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan akuatik. Ekosistem mangrove memiliki kemampuan menjebak sedimen dan berbagai polutan, termasuk mikroplastik, sehingga berpotensi menjadi lokasi akumulasi partikel tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, kelimpahan, dan potensi bioakumulasi mikroplastik dalam rantai makanan di kawasan mangrove pesisir Kalanganyar, Sidoarjo. Sampel yang dianalisis meliputi air, sedimen, serasah mangrove, kerang kepah (Polymesoda erosa) sebagai konsumen tingkat I, dan ikan lidah (Cynoglossus lingua) sebagai konsumen tingkat II. Analisis mikroplastik dilakukan melalui proses pemisahan, pengamatan mikroskopis, serta identifikasi bentuk dan warna. Analisis bioakumulasi dilakukan menggunakan nilai Bioconcentration Factor (BCF), Bioaccumulation Factor (BAF), dan Trophic Transfer Factor (TTF). Hasil penelitian menunjukkan mikroplastik ditemukan pada seluruh komponen sampel dengan bentuk yang di dominasi oleh fiber dengan warna dominan yaitu hitam, di samping warna biru, transparan, dan merah. Kelimpahan mikroplastik pada komponen lingkungan lebih banyak ditemukan pada air laut sebesar 17,7±1,53 partikel/L, sedangkan pada biota kelimpahan mikroplastik pada kerang kepah sebesar 30,2±1,02 partikel/gram, sedikit lebih tinggi dibandingkan ikan lidah yaitu sebesar 28,8±1,02. Nilai BCF dan BAF yaitu >1 hal ini menunjukkan terjadinya biokonsentrasi dan bioakumulasi mikroplastik dari lingkungan ke dalam tubuh organisme Sementara itu, nilai TTF sebesar 0,95 (<1) menunjukkan bahwa biomagnifikasi tidak terjadi pada tingkat trofik yang lebih tinggi, meskipun mikroplastik tetap berpotensi mengalami perpindahan antar tingkat trofik dalam rantai makanan. Tidak terjadinya biomagnifikasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh proses depurasi, yaitu kemampuan organisme mengeluarkan kembali partikel mikroplastik dari tubuhnya.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Bioakumulasi; biomagnifikasi; mangrove; mikroplastik; rantai makanan
Subjects: Iklan
Ilmu Kelautan
Divisions: Fakultas Sains dan Teknologi > Studi Ilmu Kelautan
Depositing User: Ainiyathul Ainiya nurul
Date Deposited: 08 Apr 2026 04:20
Last Modified: 08 Apr 2026 04:20
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/89397

Actions (login required)

View Item
View Item