Analisis komparatif pandangan tokoh Muhammadiyah dan tokoh Nahdlatul Ulama terhadap tradisi petik laut di Desa Paiton Kecamatan Paiton Probolinggo

Najmudin, Fajar (2025) Analisis komparatif pandangan tokoh Muhammadiyah dan tokoh Nahdlatul Ulama terhadap tradisi petik laut di Desa Paiton Kecamatan Paiton Probolinggo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Fajar Najmudin_05040520052 OK.pdf] Text
Fajar Najmudin_05040520052 OK.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Fajar Najmudin_05040520052 Full.pdf] Text
Fajar Najmudin_05040520052 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 April 2029.

Download (4MB)

Abstract

Tradisi Petik Laut pada masyarakat Desa Paiton secara umum dipahami sebagai praktik budaya yang mengandung berbagai nilai manfaat sosial, seperti ungkapan rasa syukur dan penguatan solidaritas masyarakat pesisir. Namun demikian, keberadaan tradisi ini juga memunculkan beragam pertanyaan di kalangan masyarakat Muslim, khususnya terkait kesesuaiannya dengan ajaran Islam. Perbedaan pandangan tersebut tampak jelas di antara tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama setempat.Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan pelaksanaan tradisi Petik Laut di Desa Paiton Kecamatan Paiton Probolinggo, dan (2) menganalisis secara komparatif pandangan tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terhadap tradisi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara langsung dengan tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, sedangkan data sekunder berasal dari buku, artikel ilmiah, dan berbagai literatur terkait. Analisis data dilakukan dengan teknik komparatif, yaitu membandingkan pandangan kedua kelompok tokoh dalam menyikapi praktik tradisi Petik Laut.Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Tokoh Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama pada dasarnya sepakat bahwa tradisi Petik Laut dapat dilaksanakan selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan syariat Islam; (2) Tokoh Muhammadiyah cenderung membolehkan tradisi tersebut dengan mengqiyaskan hukumnya sebagai mubāḥ, selama dimaknai sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt. dan tidak mengandung unsur kesyirikan, bahkan dianalogikan dengan tradisi Maulid Nabi; sedangkan tokoh Nahdlatul Ulama cenderung bersikap lebih kritis dengan melarang pelaksanaannya apabila mengandung unsur tabdhīr (pemborosan) serta adanya kekhawatiran terhadap potensi praktik yang mengarah pada shirk (3) Metode istinbāṭ al-aḥkām yang digunakan oleh tokoh Nahdlatul Ulama adalah metode qawlī, sementara tokoh Muhammadiyah menggunakan pendekatan qiyās dan istiṣlāḥī dalam menetapkan hukum.Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyimpulkan bahwa hukum pelaksanaan tradisi Petik Laut di Desa Paiton cenderung berada pada kategori mubāḥ selama tidak bertentangan dengan prinsip ahkām al-syarī‘ah, baik dari aspek akidah maupun praktiknya. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat memahami dan melaksanakan tradisi tersebut secara bijak dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai ajaran Islam.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Tokoh Ulama; Tradisi; Petik Laut; Desa Paiton
Subjects: Agama > Biografi Tokoh
Hukum Adat
Tradisi
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab
Depositing User: Fajar Najmudin
Date Deposited: 07 Apr 2026 04:27
Last Modified: 07 Apr 2026 04:27
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/89206

Actions (login required)

View Item
View Item