Nata, Balqisa Ratu (2025) Internalisasi nilai-nilai spiritual dalam praktik eko-pesantren di al-Inayah dan al-Hidayah 2 Kabupaten Pasuruan. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Balqisa Ratu Nata_02040824010 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 February 2029.
Download (3MB)
Balqisa Ratu Nata_02040824010.pdf
Download (3MB)
Abstract
Di tengah meningkatnya urgensi pelestarian lingkungan, pesantren berperan strategis sebagai lembaga pendidikan Islam sekaligus pusat pembentukan kesadaran ekologis berbasis nilai-nilai spiritual. Penelitian ini mengkaji proses internalisasi nilai-nilai spiritual Islam dalam praktik eko-pesantren di Al-Inayah dan Al-Hidayah 2 Kabupaten Pasuruan sebagai bentuk integrasi pendidikan Islam dengan kepedulian terhadap lingkungan. Rumusan masalah penelitian mencakup: (1) bagaimana nilai-nilai spiritual dalam praktik eko-pesantren di dua pesantren?; (2) bagaimana model praktik eko-pesantren di dua pesantren?; dan (3) bagaimana internalisasi nilai-nilai spiritual dalam praktik eko-pesantren di dua pesantren?. Analisis dilakukan menggunakan teori internalisasi nilai, teori nilai spiritual, teori eko-pesantren, dan teori literasi ekologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi multi kasus melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, nilai-nilai spiritual seperti tauhid, amanah, khalifah, tawa>zun, syukur, dan ihsan menjadi fondasi, yang diperkaya dengan nilai kontekstual: istiqa>mah dan tanggung jawab sosial di Al-Inayah, serta khidmah dan adab di Al-Hidayah 2. Kedua, model praktik di kedua pesantren berbeda: Al-Inayah berfokus pada kekuatan sistem internal, penataan ruang, dan mekanisme musyawarah evaluasi lingkungan, sementara Al-Hidayah 2 berfokus pada pembelajaran berbasis aksi nyata, kolaborasi eksternal, dan aksi sosial ekologi. Ketiga, proses internalisasi nilai berlangsung melalui pemahaman, pembiasaan, dan refleksi, namun dengan mekanisme yang khas: Al-Inayah mengandalkan pembiasaan konsisten dan refleksi kolektif melalui musyawarah, sedangkan Al-Hidayah 2 didorong oleh keteladanan Kiai yang terlibat fisik dan pengalaman langsung menghadapi krisis, di mana khidmah berfungsi sebagai energi spiritual transformatif. Implikasi penelitian ini menegaskan eko-pesantren sebagai model pendidikan Islam transformatif yang menghubungkan spiritual dengan kesadaran ekologis.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Nilai-nilai spiritual; eko-pesantren |
| Subjects: | Pesantren Ekologi Spiritualisme |
| Divisions: | Program Magister > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Balqisa Ratu Nata |
| Date Deposited: | 27 Feb 2026 02:37 |
| Last Modified: | 27 Feb 2026 02:37 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/88219 |
