Interpretasi makna iḥsan dalam al-Qur’an perspektif sintagmatik paradigmatik Ferdinand De Sausurre

Amalia, Widayatul (2026) Interpretasi makna iḥsan dalam al-Qur’an perspektif sintagmatik paradigmatik Ferdinand De Sausurre. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Widayatul Amalia_02040524043 full.pdf] Text
Widayatul Amalia_02040524043 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 March 2029.

Download (2MB)
[thumbnail of Widayatul Amalia_02040524043.pdf] Text
Widayatul Amalia_02040524043.pdf

Download (2MB)

Abstract

Selama ini, pemahaman terhadap iḥsān cenderung didominasi oleh pendekatan tafsir normatif yang menekankan aspek teologis dan spiritual, sehingga maknanya sering dipahami secara umum sebagai “berbuat baik” atau “kesempurnaan iman”. Padahal secara linguistik melalui pendekatan sintagmatik dan paradigmatik Ferdinand de Saussure, iḥsān tampil dalam beragam konfigurasi tekstual serta menampilkan kekhasan makna yang secara jelas membedakannya dari term lain. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: (1) menganalisis iḥsān dalam perspektif sintagmatik Ferdinand De Sausurre dan (2) menganalisis iḥsān dalam perspektif paradigmatik Ferdinand De Sausurre Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis studi pustaka. Data diperoleh dari literatur tafsir klasik dan kontemporer serta buku-buku semiotika karya Ferdinand De Sausurre. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis yang diperkaya dengan pendekatan semiotika struktural Sausurre berupa analisis sintagmatik dan paradigmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, makna iḥsān dalam perspektif sintagmatik memperoleh maknanya melalui hubungan linear dengan kata-kata lain yang muncul dalam struktur ayat. Melalui analisis ini, ditemukan berbagai konteks makna, meliputi: perbuatan baik dalam konteks kedua orang tua, perbuatan baik dalam konteks antar sesama, perbuatan baik melebihi kewajiban, amanah, baik, kebaikan (surga) sebagai balasan amal soleh/baik dan ikhlas. Sementara, iḥsān dalam perspektif paradigmatik memperoleh maknanya melalui hubungan asosiatif dengan term lain sehingga tampak batas makna yang tegas antara iḥsān dengan berbagai term lainnya. Diantaranya ditemukan keterkaitan makna iḥsān dengan term lain seperti birr, khayr, ma‘rūf, ḥusna, ṣalāḥ dan ‘amal ṣaleh. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan linguistik tidak hanya memperkaya metode tafsir yang telah ada, tetapi juga menghadirkan cara pandang baru terhadap teks Al-Qur’an.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ihsan; al-Qur’an; sintagmatik paradikmatik
Subjects: Akhlak > Akhlak Mulia
Al Qur'an
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Widayatul Amalia
Date Deposited: 31 Mar 2026 08:47
Last Modified: 31 Mar 2026 08:47
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/87452

Actions (login required)

View Item
View Item