Waithood Kontemporer: kontekstualisasi hadis Tabattul (HR. Aḥmad Ibn Ḥanbal No. 12613) dalam Perspektif Gender

Maf'ula, Nur Rahmah Hanim (2026) Waithood Kontemporer: kontekstualisasi hadis Tabattul (HR. Aḥmad Ibn Ḥanbal No. 12613) dalam Perspektif Gender. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Nur Rahmah Hanim Maf'ula_07010522013 ok.pdf] Text
Nur Rahmah Hanim Maf'ula_07010522013 ok.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of Nur Rahmah Hanim Maf'ula_07010522013 full.pdf] Text
Nur Rahmah Hanim Maf'ula_07010522013 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 8 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai hadis larangan tabattul riwayat Imam Aḥmad ibn Ḥanbal nomor indeks 12613 serta relevansinya dengan fenomena waithood dalam perspektif gender. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas hadis tabattul, menjelaskan pemaknaan hadis tersebut, serta mengkontekstualisasikannya dengan fenomena waithood yang berkembang dalam masyarakat Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan. Analisis kualitas hadis dilakukan melalui takhrij serta kritik sanad dan matan. Pemaknaan hadis dianalisis menggunakan pendekatan hermeneutika ma‘nā cum maghzā, sementara perspektif gender digunakan untuk membaca fenomena waithood dalam konteks sosial kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis tabattul riwayat Imam Aḥmad ibn Ḥanbal nomor indeks 12613 berstatus shahih baik dari sanad dan juga matannya dengan begitu hadis tersebut dapat dijadikan hujjah. Pemaknaan hadis menunjukkan bahwa larangan tabattul ditujukan pada praktik asketisme ekstrem yang memutus keterlibatan dari kehidupan sosial dan pernikahan, bukan pada kondisi belum menikah secara umum. Penelitian ini juga menemukan bahwa kontekstualisasi hadis tabattul dengan fenomena waithood tidak dimaksudkan untuk menyamakan keduanya, melainkan untuk menegaskan prinsip keseimbangan hidup. Waithood muncul sebagai kondisi sosial yang dipengaruhi faktor pendidikan, ekonomi, kesiapan personal, dan relasi gender, sedangkan tabattul merujuk pada pilihan asketik yang memutus diri dari pernikahan. Dalam konteks Indonesia, temuan ini menunjukkan adanya ketimpangan gender, di mana perempuan menghadapi tekanan sosial yang lebih besar ketika memilih atau mengalami penundaan pernikahan.Dengan begitu, pembacaan hadis tabattul secara kontekstual digunakan bukan untuk melegitimasi tekanan sosial yang tidak seimbang, khususnya terhadap perempuan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Subjects: Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: Nur Rahmah Hanim Maf'ula
Date Deposited: 20 Jan 2026 08:45
Last Modified: 20 Jan 2026 08:45
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/86518

Actions (login required)

View Item
View Item