Qodri, Zamzam (2025) Rekayasa reproduksi manusia dalam tafsir ‘ilmī: studi QS. al-Mu’minūn [23]:13 dan QS. al-Insān [76]:2 perpektif teori assisted reproductive technology sulchan sofoewan. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Zamzam Qodri_02040524045.pdf
Download (2MB)
Zamzam Qodri_02040524045_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 4 February 2029.
Download (2MB)
Abstract
Perkembangan sains modern, khususnya di bidang bioteknologi, menghadirkan tantangan serius bagi studi Al-Qur’an. Salah satu bidang yang mengalami percepatan signifikan adalah rekayasa reproduksi manusia melalui Assisted Reproductive Technology (ART), seperti fertilisasi in vitro (IVF) dan transfer embrio. Perkembangan ini tidak hanya menimbulkan persoalan biomedis, tetapi juga problem etis dan keagamaan yang berkaitan dengan konsep penciptaan manusia, asal-usul biologis, dan batas intervensi manusia terhadap proses reproduksi. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan menghadirkan pembacaan Al-Qur’an yang mampu berdialog secara konstruktif dengan realitas ilmiah kontemporer, tanpa terjebak pada penolakan normatif maupun penerimaan yang tidak kritis. Penelitian ini mengkaji QS. al-Mu’minūn [23]:13 tentang nuṭfah fī qarārin makīn dan QS. al-Insān [76]:2 tentang nuṭfah amshāj melalui penafsiran Tantawi Jawhari, Zaghlul Najjar, dan Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI, serta mengaitkannya dengan teori Assisted Reproductive Technology menurut Sulchan Sofoewan. Pendekatan yang digunakan adalah tafsir ilmi, dengan prinsip kebahasaan, keterkaitan ayat, kesesuaian dengan fakta ilmiah, rujukan pada otoritas keislaman, serta tujuan spiritual-etis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga tafsir tersebut menampilkan pola penafsiran yang responsif terhadap perkembangan sains modern. Berbeda dengan tafsir klasik dan pertengahan yang cenderung deskriptif-teologis, tafsir ilmi mampu mengintegrasikan isyarat wahyu dengan temuan embriologi dan teknologi reproduksi. Ketika dikaitkan dengan teori Assisted Reproductive Technology menurut Sulchan Sofoewan, konsep nuṭfah fī qarārin makīn dipahami sejalan dengan pentingnya rahim sebagai tempat implantasi, sementara nuṭfah amshāj berkaitan dengan pencampuran genetik ayah dan ibu. Penelitian ini menegaskan bahwa tafsir ilmi membuka ruang dialog produktif antara Al-Qur’an dan sains dalam menghadapi tantangan bioteknologi modern.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Rekayasa reproduksi manusia; tafsir ilmi; assisted reproductive technology |
| Subjects: | Bayi Tabung Dalam Islam Al Qur'an Agama dan Ilmu Pengetahuan |
| Divisions: | Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Zamzam Qodri |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 07:34 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 07:34 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/86450 |
