Framing larangan melakukan safar ke kuburan keramat untuk ngalap berkah: studi postingan hadis pada akun @alfianaljawiy

Baroroh, Reza Silvia (2026) Framing larangan melakukan safar ke kuburan keramat untuk ngalap berkah: studi postingan hadis pada akun @alfianaljawiy. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Reza silvia baroroh_07040522088 ok.pdf] Text
Reza silvia baroroh_07040522088 ok.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Reza silvia baroroh_07040522088 full.pdf] Text
Reza silvia baroroh_07040522088 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 7 January 2029.

Download (2MB)

Abstract

Tradisi ziarah kubur merupakan tradisi yang telah lama hidup dalam masyarakat muslim Indonesia dan kerap kali dikaitkan dengan ngalap berkah (tabarruk). Praktik ini tidak jarang memunculkan perdebatan. Perdebatan tersebut juga berkembang di ruang digital, salah satunya melalui postingan akun Instagram @alfianaljawiy yang membingkai hadis tentang hadis keutamaan safar ke-tiga masjid dengan larangan pergi safar untuk ngalap berkah ke kuburan keramat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas hadis yang digunakan, bagaimana proses framing dilakukan dalam postingan tersebut dan bagaimana kesesuaian makna antara hadis dengan framing yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan analisis framing Robert N. Entman dan Double Movement Fazlur Rahman. Data primer berupa postingan hadis pada akun Instagram @alfianaljawiy, sedangkan data sekunder berasal dari kitab induk hadis, serta kajian tentang framing dan kontekstualisasi hadis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadis yang digunakan dalam postingan akun @alfianaljawiy berkualitas sahih dan pada dasarnya berbicara tentang keutamaan safar ke-tiga masjid (masjid al-H}ara>m, masjid Nabawi, masjid al-Aqs}a>), bukan larangan ziarah kubur. Namun, melalui proses framing, hadis tersebut dibingkai sebagai larangan safar ke kuburan keramat untuk ngalap berkah oleh akun @alfianaljawiy, sehingga terjadi penyempitan dan pergeseran makna. Analisis Double Movement menunjukkan bahwa framing tersebut kurang memperhatikan konteks historis hadis dan pesan moral, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Subjects: Hadis
Divisions: Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis
Depositing User: reza silvia baroroh
Date Deposited: 20 Jan 2026 07:59
Last Modified: 20 Jan 2026 07:59
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/86328

Actions (login required)

View Item
View Item