Mubarrok, Muhammad Rizqi (2025) Tradisi pembacaan QS. Yasin setelah Salat Maghrib: studi Living Qur’an di Pondok Pesantren Baitul Ilmi Wal Qur’an Sidoarjo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Muhammad Rizqi Mubarrok_07020322062 OK.pdf
Download (2MB)
Muhammad Rizqi Mubarrok_07020322062 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 17 April 2029.
Download (3MB)
Abstract
Tradisi pembacaan surah dan ayat pilihan dalam al-Qur’an telah menjadi sebuah kedudayaan di masyarakat. Tujuan dari pembacaan tersebut adalah sebagai upaya yang telah diyakini masyarakat bahwa al-Qur’an dapat memberikan manfaat dan keberkahan dalam hidupnya. Keyakinan tersebut membuat masyarakat semakin yakin untuk terus melaksanakan tradisi baik dilakukan secara personal atau pun bersama-sama. Melihat konteks tersebut pondok pesantren Baitul Ilmi Wal Qur’an juga melakukan hal serupa berupa tradisi pembacaan surah Yasin setelah salat maghrib. Fokus penelitian meliputi (1) Bagaimana prosesi tradisi pembacaan Qs. Yasin setelah salat maghrib di pondok pesantren Baitul Ilmi Wal Qur’an. (2) Bagaimana makna tradisi pembacaan Qs. Yasn di pondok pesantren Baitul Ilmi Wal Qur’an. Penelitian ini bersifat penelitian lapangan (field research) dengan metode kualitatif model living Qur’an. Kemudian teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori sosiologi pengetahuan Karl Mannheim. Adapun, teknik pengumpulan data yang digunakan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi dari pengasuh pondok pesantren serta para santri pondok pesantren Baitul Ilmi Wal Qur’an. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan kualitatif-deskriptif berupa reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah: Pertama, prosesi tradisi pembacaan surah Yasin diawali dengan salat maghrib terlebih dahulu, dilanjutkan zikir setelah salat, dilanjutkan pembacaan dzikru al-Ghofiln dalam versi pendek saja, kemudian pembacaan tawasul kepada ahli ilmu dan ahli kubur, memasuki prosesi inti yaitu pembacaan surah Yasin, dan prosesi terakhir ditutup dengan doa. Kedua, pemaknaan tradisi pembacaan surah Yasin meliputi (1) Tradisi sebagai makna objektif berupa tradisi yang dijalankan secara turun temurun atau dari guru ke guru. (2) Tradisi sebagai makna ekspresif yaitu tradisi sebagai bentuk ketaatan kepada Allah, memberikan ketenangan jiwa, sarana melatih diri agar tetap istiqamah, serta meningkatnya spiritualias diri. (3) Tradisi sebagai makna dokumenter yaitu sarana untuk bermujahadah agar segala hal yang diinginkan dikabulkan oleh Allah Swt.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Tradisi; Pembacaan Al-Qur’an; Surah Yasin; Living Qur’an. |
| Subjects: | Tradisi Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Muh. Khamim Syamsuddin |
| Date Deposited: | 17 Apr 2026 07:28 |
| Last Modified: | 17 Apr 2026 07:28 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/86310 |
