Persepsi netizen terhadap lgbtq+ dalam diskusi series love in the big city di akun X @kdrama_menfess

Ramadhani, Ramadhani (2025) Persepsi netizen terhadap lgbtq+ dalam diskusi series love in the big city di akun X @kdrama_menfess. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunana Ampel Surabaya.

[thumbnail of Ramadhani_10020322066.pdf] Text
Ramadhani_10020322066.pdf

Download (27MB)
[thumbnail of Ramadhani_10020322066_Full.pdf] Text
Ramadhani_10020322066_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 9 January 2029.

Download (27MB)

Abstract

Masalah yang dianalisis dalam penelitian ini adalah bagaimana beragam persepsi yang terjadi di antara warga net terhadap LGBTQ+ dalam diskusi series Love in the Big City di akun X @kdrama_menfess. Meskipun penelitian ini hanya memiliki satu rumusan masalah, terdapat beberapa pembahasan di dalamnya, seperti mengulas konstruksi opini netizen pada kolom komentar postingan K-Drama Menfess, serta klasifikasi persepsi mengenai LGBTQ+. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan menerapkan pendekatan netnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, wawancara, serta dokumentasi. Teori yang dimanfaatkan untuk menganalisis persepsi netizen terhadap LGBTQ+ adalah teori interaksionisme simbolik yang m dikembangkan oleh George Herbert Mead dan tindakan komunikatif oleh Jurgen Habermas. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa; (1) Kelompok penolak cenderung mendasarkan opini mereka pada nilai agama, budaya, dan kekhawatiran akan normalisasi LGBTQ+, yang diekspresikan melalui komentar negatif bernada emosional, moralistik, dan diskriminatif. Sementara itu, kelompok yang menerima menunjukkan dukungan yang berakar pada pendekatan humanis, pengalaman personal, serta pemahaman yang lebih terbuka terhadap keberagaman gender dan orientasi seksual. Temuan ini menegaskan bahwa representasi LGBTQ+ dalam Love in the Big City memicu perdebatan yang merefleksikan nilai moral masyarakat digital Indonesia. (2) Simbol-simbol seperti “pelangi”, “haram”, “jijik”, atau “love is love” tidak hanya menjadi bentuk ekspresi, tetapi juga mencerminkan pertentangan klaim norma antara pengguna. Peran admin sebagai significant other juga berfungsi menjaga ruang diskusi agar tetap kondusif dan mendorong terciptanya tindakan komunikatif. Dengan demikian, akun @kdrama_menfess tidak hanya menjadi ruang ekspresi, tetapi juga ranah interaksi tempat nilai sosial diperdebatkan melalui interaksi pengguna.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Persepsi; LGBTQ+; akun X
Subjects: Komunikasi
Sosiologi
Budaya
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Sosiologi
Depositing User: Ramadhani Ramadhani
Date Deposited: 09 Jan 2026 03:08
Last Modified: 09 Jan 2026 03:08
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/85966

Actions (login required)

View Item
View Item