Hidayati, Adinda Nur (2025) Kajian penggunaan Bencet dalam menentukan awal waktu salat zuhur di Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Adinda Nur Hidayati_05050622040 OK.pdf
Download (4MB)
Adinda Nur Hidayati_05050622040 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 10 January 2029.
Download (4MB)
Abstract
Istilah bencet dikenal di Indonesia sebagai alat tradisional yang digunakan untuk menentukan awal waktu salat Zuhur dan Asar. Secara prinsip, bencet termasuk dalam jenis sundial karena cara kerjanya memanfaatkan bayangan gnomon yang terbentuk oleh cahaya Matahari. Di Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan, alat ini telah digunakan sejak tahun 1759 dan masih berfungsi hingga sekarang sebagai penentu waktu salat. Penelitian ini berfokus pada dua rumusan masalah, yaitu: bagaimana mekanisme kerja serta akurasi bencet dalam menentukan awal waktu salat Zuhur di Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan?, dan seberapa penting peran bencet dalam menentukan awal waktu salat Zuhur di masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan?.Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan meliputi data primer dari hasil wawancara dengan pengelola Bencet Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan, dan hasil observasi bencet. Sedangkan data sekunder dari literatur terkait topik penelitian, termasuk karya Abdulloh Shodiq yang berjudul Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan (Kajian Sejarah, Budaya, dan Sistem Kelembagaan). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian diolah dengan pencatatan, reduksi, klasifikasi, verifikasi, dan validasi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan komparatif sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penentuan awal waktu Zuhur di Masjid Agung Al-Anwar dilakukan menggunakan bencet yang memanfaatkan bayangan matahari. Pengamatan dimulai sekitar lima menit sebelum pukul 12.00 istiwa dengan acuan jam tangan yang telah disesuaikan dengan waktu matahari hakiki. Ketika bayangan gnomon tepat sejajar pada bidang penanda, kondisi tersebut dianggap sebagai pukul 12.00 istiwa, lalu beduk ditabuh selama empat menit sebelum azan dikumandangkan. Perbandingan antara hasil bencet dan hisab menunjukkan selisih 1-6 menit. Secara teoretis, selisih ini semestinya hanya sekitar 1 menit karena Masjid menetapkan ihtiyat 4 menit sedangkan perhitungan menggunakan ihtiyat 3 menit. Ketidaksesuaian ini dipengaruhi oleh ketidaktepatan garis utara sejati serta bidang dial yang kurang rata. Bencet tetap memiliki peran penting karena setelah pukul 12.00 istiwa diketahui, pengelola bencet (M.Suyono) menyetel jam tangan dan 12 unit jam di area masjid agar sesuai dengan waktu matahari hakiki. Penyetelan dilakukan setiap tiga hari. Sementara itu, empat waktu salat lainnya tidak ditentukan dengan bencet, tetapi mengacu pada jadwal hisab waktu hakiki, ketika waktu pada jam dengan waktu matahari hakiki sesuai dengan jadwal tersebut, azan dikumandangkan. Penulis berharap bencet di Masjid Agung Al-Anwar Kota Pasuruan dapat dipindahkan ke tempat yang lebih terbuka agar dapat kembali digunakan secara efektif dalam menentukan awal waktu salat Asar. Selain itu, penulis menyarankan agar ditinjau ulang garis utara sejatinya dan penyediaan jadwal salat berdasarkan waktu setempat (WIB) agar hasil pengamatan lebih akurat dan pelaksanaan salat lebih teratur.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Bencet; Ilmu falak; shalat dhuhur; Salat Zuhur |
| Subjects: | Salat > Salat, Waktu |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak |
| Depositing User: | Adinda Nur Hidayati |
| Date Deposited: | 10 Jan 2026 10:25 |
| Last Modified: | 10 Jan 2026 10:25 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/85806 |
