Farabi, Ken Zidny Achmad Al (2025) Perlindungan hukum atas hak cipta terhadap penggunaan lagu dan musik untuk endorsement di tiktok. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Ken Zidny Achmad Al Farabi_05010721012.pdf
Download (2MB)
Ken Zidny Achmad Al Farabi_05010721012_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 27 November 2028.
Download (2MB)
Abstract
Endorsement adalah kegiatan promosi yang dilakukan endorser pada media sosial, salah satunya adalah media sosial TikTok. Pada Endorsement, Endorser akan mengunggah video atau foto dengan lagu atau musik untuk menarik minat calon pembeli. Penggunaan lagu atau musik dalam endorsement sering kali tidak sesuai dengan kaidah hak cipta dan dapat melanggar hak cipta karena tidak menghiraukan hak moral dan hak ekonomi pencipta. Masih sering ditemukan endorser yang tidak memiliki lisensi dalam menggunakan lagu atau musik untuk endorsement sehingga pemegang hak cipta tidak mendapatkan royalti atas aktivitas komersial yaitu endorsemnt. Penelitian berjudul Perlindungan Hukum Atas Hak Cipta Terhadap Penggunaan Lagu dan Musik Untuk Endorsement di Tiktok berfokus pada rumusan masalah: bagaimana penggunaan lagu dan musik untuk endorsement di TikTok menurut Undang-Undang Hak Cipta dan perlindungan hukum atas hak cipta terhadap penggunaan lagu dan musik untuk endorsement di TikTok menurut Undang-Undang Hak Cipta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif atau doktrinal yang mengkaji hukum sebagai norma, aturan, dan kepustakaan lainnya untuk menjawab suatu permasalahan hukum. Untuk menjawab rumusan masalah, penelitan ini menggunakan pendekatan perundangan-undangan (statuta approach), yaitu Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Serta menggunakan pendekatan konseptual (conceptual approach) yang berfokus pada konsep hak cipta dan konsep perlindungan hukum menurut Philipus M Hadjon. Hasil penelitian ini didapat bahwa: lagu dan musik adalah salah satu karya yang dilindungi oleh hak cipta menurut Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang Hak Cipta. Penggunaan lagu dan musik untuk aktivitas komersial seperti endorsement harus memiliki izin berupa lisensi sehingga tidak melanggar hak ekonomi pencipta. Endorser harus mencantumkan nama pencipta dan judul lagu atau musik dalam video endorsement di TikTok agar tidak melanggar hak moral pencipta. Untuk menerapkan perlindungan hak cipta lagu dan musik maka dapat diterapkan perlindungan preventif dan represif. Perlindungan preventif dilakukan dengan mengoptimalkan peran Lembaga Manajemen Kolektif dalam mengelola atau mengatur royalti, serta mekanisme-mekanisme perlindungan hak cipta yang disediakan oleh TikTok. Perlindungan hukum represif dapat dilakukan dengan penyelesaian sengketa melalui alternatif penyelesaian sengketa, arbitrase, atau pengadilan. Sejalan dengan hasil analisis, penulis dapat memberikan saran yaitu: Lembaga Manajemen Kolektif harus dimaksimalkan perannya sebagai upaya perlindungan hak pencipta sehingga pencipta dapat merasakan hasil dari ciptaannya. Untuk menegakkan perlindungan hak cipta maka aparat penegak hukum perlu lebih memahami ketentuan-ketentuan perlindungan hak cipta yang telah ada dalam norma-norma hukum yang telah berlaku. Kesadaran masyarakat terutama endorser juga harus dipupuk agar tercapai kesadaran hukum terutama dalam hal perlindungan hak cipta.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Endorsement; media sosial; tiktok |
| Subjects: | Hukum Hukum > Hukum Perdata Hak Cipta |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam |
| Depositing User: | Ken Zidny Achmad Al Farabi |
| Date Deposited: | 27 Nov 2025 01:01 |
| Last Modified: | 27 Nov 2025 01:01 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/85100 |
