Implikasi hukum justice collaborator terhadap richard eliezer dalam perkembangan hukum pidana di indonesia pada putusan pn nomor 796/Pid.b/2022/PN Jkt.sel

Sya'ban, Muhammad Rizal (2025) Implikasi hukum justice collaborator terhadap richard eliezer dalam perkembangan hukum pidana di indonesia pada putusan pn nomor 796/Pid.b/2022/PN Jkt.sel. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Muhammad Rizal Sya'ban_05020721039 OK.pdf] Text
Muhammad Rizal Sya'ban_05020721039 OK.pdf

Download (3MB)
[thumbnail of Muhammad Rizal Sya'ban_05020721039 Full.pdf] Text
Muhammad Rizal Sya'ban_05020721039 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 31 December 2028.

Download (3MB)

Abstract

Kasus pembunuhan berencana yang melibatkan Ferdy Sambo dan Richard Eliezer menjadi salah satu perkara paling kontroversial dalam sejarah hukum Indonesia. Kontroversi muncul terutama terkait pemberian status justice collaborator kepada Richard Eliezer yang meskipun berperan sebagai eksekutor penembakan, tetap memperoleh keringanan hukuman. Di satu sisi, langkah ini dipandang sebagai bentuk penghargaan terhadap keberaniannya membuka kebenaran dan membantu membongkar rekayasa kasus besar di tubuh kepolisian. Namun, di sisi lain terdapat kritik bahwa pemberian keringanan kepada pelaku langsung menimbulkan potensi ketidakadilan bagi korban dan masyarakat. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini merumuskan dua permasalahan utama, yaitu bagaimana implikasi pemberian status justice collaborator terhadap Richard Eliezer dalam perkara pembunuhan berencana Ferdy Sambo, serta bagaimana pertimbangan hakim dalam menjatuhkan vonis dalam Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 796/Pid.B/2022. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, serta studi kasus melalui analisis Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Nomor 796/Pid.B/2022/PN Jkt.Sel. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa undang-undang, Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2011, serta peraturan bersama lembaga penegak hukum terkait, dan bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, jurnal, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian status justice collaborator kepada Richard Eliezer tidak menghapus pertanggungjawaban pidananya, tetapi berimplikasi pada keringanan hukuman serta hak atas perlindungan hukum. Hakim menilai unsur Pasal 340 KUHP, yaitu kesengajaan dan perencanaan, telah terpenuhi, namun tetap memperhatikan faktor yang meringankan, antara lain usia muda, posisi subordinat terhadap Ferdy Sambo, penyesalan terdakwa, serta kontribusinya dalam mengungkap kejahatan terorganisir. Vonis 1 tahun 6 bulan penjara dinilai sebagai penerapan asas keadilan substantif dan fproporsionalitas, sekaligus mencerminkan arah progresif hukum pidana Indonesia yang lebih humanis. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan perlunya penguatan regulasi mengenai justice collaborator melalui peraturan yang lebih tegas dan komprehensif, baik dalam hal kriteria, prosedur penetapan, maupun evaluasi kontribusi pelaku. Selain itu, perlindungan terhadap justice collaborator harus dioptimalkan oleh LPSK untuk menjamin keselamatan dan efektivitas perannya. Dengan demikian, konsep justice collaborator dapat menjadi instrumen penting dalam pembaruan hukum pidana Indonesia, khususnya untuk membongkar kejahatan luar biasa seperti korupsi, narkotika, dan terorisme, sekaligus menjaga keseimbangan antara kepastian hukum, kemanfaatan, dan keadilan.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Justice collaborator; Pembunuhan; Kejahatan
Subjects: Hukum > Hukum Pidana
Hukum
Divisions: Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Publik Islam
Depositing User: Muhammad Rizal Sya'ban
Date Deposited: 02 Jan 2026 09:16
Last Modified: 02 Jan 2026 09:16
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/84611

Actions (login required)

View Item
View Item