Husna, Atinal (2025) Childfree bagi pasangan suami istri menurut pandangan pimpinan wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama dan pimpinan wlayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur dalam perspektif maqasid shariah. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Atinal Husna_05010121006.pdf
Download (4MB)
Atinal Husna_05010121006_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 July 2028.
Download (4MB)
Abstract
Skripsi yang berjudul “Childfree Bagi Pasangan Suami Istri Menurut Pandangan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur Dalam Perspektif Maqasid Shari’ah” adalah jenis penelitian lapangan yang menjawab pertanyaan bagaimana pandangan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur mengenai childfree bagi pasangan suami istri dan bagaimana analisis maqasid shari’ah terhadap pandangan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur mengenai childfree bagi pasangan suami istri. Skripsi ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul lalu diolah dan dianalis menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pola pikir induktif yang berawal dari pandangan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur mengenai childfree bagi pasangan suami istri untuk selanjutnya diaplikasikan ke variabel umum berupa analisis maqasid shari’ah sehingga dapat dirarik suatu kesimpulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa pandangan Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur secara umum menolak konsep childfree, yang mana menganggap bahwa memiliki anak adalah bagian dari kodrat sebagai manusia dan tanggung jawab moral yang tidak bisa diabaikan. Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama Jawa Timur berpendapat bahwa anak bukan sekedar pilihan, tetapi juga titipan dari Tuhan yang harus dijaga dan dipelihara dengan baik. Sedangkan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur menunjukkan sikap yang lebih terbuka terhadap keputusan childfree, dengan pemikiran bahwa hal ini bisa menjadi pilihan yang rasional dalam konteks tertentu. Analisis maqasid shari’ah menunjukkan bahwa keputusan childfree bagi suami istri termasuk dalam kategori hajiyat (kebutuhan sekunder). Hal ini berdasar pada keputusan childfree tidak dianggap sebagai daruriyat (kebutuhan primer) yang mendasar untuk eksistensi manusia, meskipun mungkin diambil untuk menghindari kesulitan hidup. Berdasarkan perspektif maqasid shari’ah, baik Pimpinan Wilayah Fatayat Nahdlatul Ulama maupun Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur keduanya mendukung kepentingan untuk melanjutkan generasi dan peran anak sebagai bagian dari keberlanjutan umat manusia. Sejalan dengan kesimpulan di atas, penulis menyarankan pasangan suami istri yang memutuskan tidak memiliki anak harus berfikir kritis, bijak, dan harus siap dengan segala konsekuensinya. Dan pasangan suami istri yang memutuskan untuk tidak memilih anak, yang mana keputusan tersebut tidak selaras dengan maqasid shari’ah harus melakukan refleksi ulang mengenai alasan dibalik keputusan tersebut.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Childfree; pasangan suami istri; Fatayat; Nasyiatul Aisyiyah; maqasid shariah |
| Subjects: | Anak Hukum Islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Atinal Husna |
| Date Deposited: | 25 Jul 2025 07:38 |
| Last Modified: | 25 Jul 2025 07:38 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/83223 |
