Susanti, Novia Ramadhani (2025) Praanggapan dalam komunikasi politik "[Eksklusif] Jurus Bertahan Khofifah-Emil" di youtube Mata Najwa: kajian pragmatik. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Novia Ramadhani Susanti_03040421081.pdf
Download (2MB)
Novia Ramadhani Susanti_03040421081_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 20 March 2028.
Download (2MB)
Abstract
Penelitian bertujuan untuk membongkar praanggapan komunikasi politik dalam interaksi Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak dalam episode “[Eksklusif] Jurus Bertahan Khofifah-Emil” di YouTube Mata Najwa. Episode ini menceritakan tentang dinamika politik jelang pilkada. Karena itulah dalam studi ini penulis akan menjawab rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu (1) apa saja praanggapan yang terdapat dalam interaksi mereka di YouTube Mata Najwa “[Eksklusif] Jurus Bertahan Khofifah-Emil”? (2) bagaimana praanggapan tersebut berpengaruh dalam interaksi mereka di media sosial terhadap persepsi publik? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk memahami dan menjelaskan praanggapan yang ada. Metode ini digunakan untuk menganalisis pernyataan dan dialog yang terlibat dengan fokus pada jenis-jenis praanggapan teori George Yule. Sumber data berasal dari YouTube Mata Najwa “[Eksklusif] Jurus Bertahan Khofifah-Emil”. Pengumpulan data menggunakan metode simak, teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik catat dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, terdapat 41 tuturan yang mengandung praanggapan dari percakapan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak. Berdasarkan 41 tuturan tersebut kemudian di kategorikan menurut praanggapan yang dikemukakan oleh George Yule. Ditemukan 11 data tuturan yang tergolong dalam jenis praanggapan eksistensial, 2 data tuturan dalam praanggapan leksikal, 26 data tuturan dalam praanggapan Faktif dan 2 data tuturan dalam praanggapan non-faktif. Praanggapan struktural dan praanggapan konterfaktual tidak ditemukan karena pembicaraan lebih berfokus pada fakta dan kebijakan nyata dibandingkan yang berlawanan dengan kenyataan. Praanggapan yang digunakan dalam strategi komunikasi Khofifah dan Emil berperan dalam membentuk citra politik beliau. Strategi komunikasi politik ini memberikan penyampaian pesan secara implisit yang membangun kepercayaan dan memperkuat dukungan melalui persepsi publik. Selain itu, YouTube sebagai bentuk media komunikasi politik memberikan aspirasi publik dalam dialog politik. Penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai analisis komunikasi politik dengan fokus pada penggunaan praanggapan dalam membangun narasi politik yang efektif.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | George Yule; komunikasi politik; Mata Najwa; praanggapan; pragmatik. |
| Subjects: | Kebijakan Publik Komunikasi Partai Politik |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Novia Ramadhani Susanti |
| Date Deposited: | 20 Mar 2025 04:03 |
| Last Modified: | 20 Mar 2025 04:03 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/78929 |
