Halizah, Siti Nur (2025) Mulyono di instagram: analisis kritis model Fairclough. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Siti Nur Halizah_03010421025.pdf
Download (3MB)
Siti Nur Halizah_03010421025_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 March 2028.
Download (3MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana wacana tentang istilah penggunaan “Mulyono” atau nama kecil Presiden Joko Widodo, disebarkan dan sikonstruksikan di media berita Instagram. Penelitian ini juga menganalisis peran aspek ideologi dan kekuasaan dalam membentuk wacana serta memahami respon publik terhadap penggunaan istilah “Mulyono”. Penelitian ini, rumusan masalah yang akan dijawab meliputi :(1)bagaimana istilah “Mulyono” dikonstruksikan dalam media sosial Instagram, (2)bagaimana ideologi dan kekuasaan mempengaruhi wacana tersebut, (3)bagaimana respon publik terhadap istilah “Mulyono” di Instagram.Peneltian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Fairclough menggunakan teori utama yaitu mencakup dimensi tekstual terdapat representasi,relasi,identitas. Dimensi wacana terdapat produksi teks dan konsumsi teks. Dimensi sosiokultural meliputi situasional,institusional dan sosial. Data penelitian dikumpulkan dengan observasi pada postingan-postingan di media Instagram dengan kriteria pengikut,like, dan caption yang interaksi intens dengan netizen. Analisis pada penelitian ini memfokuskan padarepresentasi,relasi,identitas yang terdapat dalam wacana. Serta, bagaimana teks tersebut diproduksi dan dikonsumsi oleh masyarakat. Hasil spenelitian menunjukkan penggunaan istilah “Mulyono” nama kecil Joko Widodo dikonstruksikan di media Instagram dengan berbagai persepsi yang memanfaatkan teori utama Fairclough untuk membangun citra Jokowi sebagai sosok yang sederhana, merakyat dan dermawan, Namun, pada istilah ini juga digunakan secara satir oleh oposisi-oposisi politik sebagai bentuk kritik terhadap kebijakan pemerintah. Ideologi dan kekuasaan memiliki peran penting untuk membentuk makna istiah “ Mulyono,” dengan media arus utama dan pengguna media Instagram memiliki kontribusi pada produksi dan konsumsi wacana tersebut. Respon masyarakat pada penggunaan istilah ini sangat beraneka ragam, beberapa media menulis wacana dengan mengkritik Jokowi menggunakan bahasa yang satir. Hal ini, dipengaruhi oleh ideologi dan kepentingan oleh masing-masing pihak.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Analisis wacana kritis; instagram; Jokowi; Mulyono; wacana politik |
| Subjects: | Ideologi Politik |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sastra Indonesia |
| Depositing User: | Siti Nur Halizah |
| Date Deposited: | 14 Mar 2025 07:00 |
| Last Modified: | 14 Mar 2025 07:00 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/78780 |
