Habibah, Sulhatul (2009) Konsep Negara Menurut Pemikiran Muhammad Shahrour. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
COVER.pdf
Download (10kB) | Preview
ABSTRAKSI.pdf
Download (12kB) | Preview
DAFTAR ISI.pdf
Download (14kB) | Preview
BAB I.pdf
Download (141kB) | Preview
BAB II.pdf
Download (183kB) | Preview
BAB III.pdf
Download (153kB) | Preview
BAB V.pdf
Download (17kB) | Preview
BAB IV.pdf
Download (108kB) | Preview
DAFTAR PUSTAKA.pdf
Download (15kB) | Preview
Abstract
Negara merupakan integrasi kekuasaan politik masyarakat dan mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan-hubungan manusia dalam masyarakat. Kehidupan bernegara merupakan suatu keharusan dalam kehidupan bermasyarakat, guna mewujudkan keteraturan agar mampu merealisasikan kepentingan bersama. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana konsep negara menurut pemikiran Muhammad Shahrour? 2) Bagaimana signifikansi pemikiran Muhammad Shahrour? Untuk menjawab pertanyaan diatas, peneliti menggunakan metode kualitatif dan analisis data dengan cara deskriptif historis, melalui pencarian fakta yang menggunakan ketepatan interpretasi. Dengan kajian pustaka menggunakan cara pengumpulan data yang diperoleh dari pustaka yang berhubungan dengan wilayah materi yang diteliti. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konsep negara menurut pemikiran Muhammad Shahrour dan mengetahui signifikansi pemikiran Muhammad Shahrour. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa konsep negara menurut pemikiran Muhammad Shahrour yaitu negara sebagai akumulasi kesadaran pengetahuan, nilai etis, perilaku sosial dan perilaku politik yang berlaku dalam masyarakat. Negara terdiri dari superstruktur dan substruktur yang menggambarkan relasi sosial, ekonomi dan level pengetahuan. Hal yang paling penting dalam kemajuan negara adalah adanya studi ilmiah yang dapat mendukung kemajuan bidang sosial politik dan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi harus berimbang pada tiap bidangnya. Hubungan kekeluargaan dalam negara merupakan faktor penting pula dalam pengaruh menstabilitaskan kekuasaan. Jika masyarakat hanya hidup dalam keterikatan kekeluargaan yang kental tanpa peduli kondisi negara dan tidak respek terhadap penguasa maka selama itu tetaplah ada kekuasaan tiran yang membelenggu tanpa disadari. Adapun praktik dalam negara Shahrour lebih mengutamakan kebebasan dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan bersama dan adanya multi partai. Shahrour juga mendukung negara sekular yakni negara madani non aliran dan non sektarian. Shahrour berargumentasi bahwa Islam adalah agama liberal sekaligus rasional dan memiliki materi obyektif yang berkaitan dengan sosial masyarakat, politik, ekonomi dan bentuk pemerintahan dengan mengadopsi karakteristik-karakteristik historis dan kondisional secara jelas. Signifikansi pemikiran Muhammad Shahrour termasuk dalam pandangan simbiosis mutualisme. Bahwa negara tidak mungkin dipisahkan dari agama karena dalam agama terdapat prinsip hidup bernegara. Shahrour mendukung adanya negara sekular dengan melacak asal usul negara dalam al-Qur'an. Walaupun Shahrour merupakan pemikir Islam yang kontroversial karena berlatar belakang akademik bidang Teknik, sumbangsih dan signifikansi pemikirannya sangat brilian demi kemajuan negara Arab sesuai dengan konteks waktu dan zaman. Dalam pemaparan pemikirannya, ia banyak menggunakan pendekatan tafsir semantik. Membatasi diri hanya pada pembacaan kontemporer terhadap teks kitab suci.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Konsep Negara; Pemikiran; Muhammad Shahrour |
| Subjects: | Negara Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 01 Nov 2009 |
| Last Modified: | 15 Oct 2018 04:43 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7844 |
