Marzuqi, Ahmad (2009) Islam dan demokratisasi politik pada masa Pemerintahan K.H. Abdurrahman wahid (1999-2001). ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover Ahmad Marzuqi_A02303025.pdf
Download (1MB)
bab1.pdf
Download (153kB) | Preview
bab2.pdf
Download (163kB) | Preview
bab3.pdf
Download (168kB) | Preview
bab4.pdf
Download (149kB) | Preview
bab5.pdf
Download (99kB) | Preview
Daftar Pustak Ahmad Marzuqi_A02303025.pdf
Download (489kB)
Abstract
Skripsi yang berjudul Islam Dan Demokratisasi Politik Pada Masa Pemerintahan K.H. Abdurrahman Wahid (1999-2001) telah banyak mengandung beberapa permasalahan, diantaranya adalah bagaimana gagasan K.H. Abdurrahman Wahid tentang Islam dan demokrasi, bagaimana kebijakan K.H. Abdurrahman Wahid dalam bidang agama dan demokratisasi politik selama pemerintahannya (1999-2001), dan bagaimana reaksi atau respon partai politik dan masyarakat terhadap kebijakan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid dalam demokratisasi politik.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh pemahaman gagasan K.H. Abdurrahman wahid tentang Islam dan demokrasi, mengetahui kebijakan Presiden K.H. Abdurrahman Wahid tentang agama dan demokratisasi politik selama pemerintahannya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi yang berorientasi pada sumber kepustakaan atau diskriptif kualitatif. Sumber literatur pokok yang digunakan sebagai rujukan utama adalah menggunakan karya dari K.H. Abdurrahman wahid dan sebagai sumber pendukungnya yaitu sumber informasi penunjang atas interpretasi dari sumber literatur pokok yang mendukung proses penulisasn skripsi ini yang sangat besar peranannya. Dalam penelitian ini termasuk penelitian diskriptif kualitatif, yaitu data yang dikumpulkan berupa kata-kata dan bukan angka-angka yang memuat tentang hasil pemikiran seseorang.
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah, bahwa gagasan K.H. Abdurrahman Wahid tentang Islam, Ia mengandaikan bahwa Islam berlaku sebagai etika social. Sebagai etika social, Islam akan berlaku secara substantif. Sedangkan demokrasi baginya tak bertentangan dengan Islam. Demokrasi dan Islam bisa berjalan beriringan, sebab secara prinsipil, demokrasi merupakan pengejawantahan nilai-nilai Islam dalam format yang berbeda. Gus Dur memulai gagasannya dengan pengembangan wawasan kebangsaan melalui entry point menolak segala bentuk
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Islam; demokrasi; Islam dan politik; |
| Subjects: | Politik > Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Adab dan Humaniora > Sejarah dan Peradaban Islam |
| Depositing User: | Editor: Library Administrator----- Information-----http://library.uinsa.ac.id |
| Date Deposited: | 22 Oct 2009 |
| Last Modified: | 21 Jun 2022 05:10 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7581 |
