Konsep ekoteologi dalam tafsir al-Jawahir fi tafsir al-Qur'an al-Karim: telaah dengan pendekatan Hermeneutika Schleiermacher

Lu'luatul Fuada, Noviani (2024) Konsep ekoteologi dalam tafsir al-Jawahir fi tafsir al-Qur'an al-Karim: telaah dengan pendekatan Hermeneutika Schleiermacher. Masters thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Noviani Lu'luatul Fuada_02040522073 full.pdf] Text
Noviani Lu'luatul Fuada_02040522073 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 14 October 2027.

Download (2MB)
[thumbnail of Noviani Lu'luatul Fuada_02040522073.pdf] Text
Noviani Lu'luatul Fuada_02040522073.pdf

Download (2MB)

Abstract

Umat Islam seringkali lebih fokus pada masalah hukum dan teologi mengabaikan isu ekologi yang sebetulnya erat kaitannya dengan keimanan. al-Qur'an penuh dengan peringatan dan ajaran tentang pentingnya menjaga alam semesta. Meskipun manusia diberi kebebasan, al-Qur'an menekankan tanggung jawab untuk merawat lingkungan. Oleh karena itu, dibutuhkan ulama yang peduli terhadap kelestarian bumi seperti Tantawi Jauhari yang memadukan pengetahuan agama dengan kepedulian ekologis. Ulama seperti ini tidak hanya memahami ajaran agama tetapi juga mampu mengajak umat untuk menjaga dan melestarikan bumi sesuai dengan petunjuk Allah dalam al-Qur'an. Beberapa masalah utama yang dikaji dalam penelitian ini adalah Bagaimana Penafsiran Ayat-ayat Ekologi dalam Tafsi>r al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur'a>n al-Kar>im. Bagaimana Konsep Ekoteologi dalam Tafsi>r al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur'a>n al-Kar>im Perspektif Hermeneutika Schleiermacher. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, yang menekankan pada eksplorasi dan pemahaman mendalam terhadap data yang relevan. Penafsiran Ilmiah Tafsi>r al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur'a>n al-Kar>im karya T{ant}a>wi Jauha>ri tentang ekologi alam dan agama adalah focus utama dalam penelitian ini. Adapun hasil penelitian ini menjelaskan konsep ekoteologi di dalam Tafsi>r al-Jawa>hir fi Tafsi>r al-Qur'a>n al-Kar>im dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Schleiermacher. Penelitian ini menggali hermeneutika gramatikal Schleiermacher untuk memahami kata "فساد" dan يُهْلِكَ dalam konteks ayat tertentu. "فساد" mengacu pada kerusakan moral, sosial, atau alamiah yang seringkali disebabkan oleh tindakan manusia, sementara يُهْلِكَ merujuk pada upaya menghancurkan elemen vital kehidupan seperti tanaman atau keturunan. Analisis ini mempertimbangkan etimologi, konteks sejarah, tekstual, dan struktur gramatikal untuk memberikan pemahaman mendalam tentang makna kata-kata tersebut dalam ayat terkait. Schleiermacher menekankan pentingnya memahami makna kata dalam konteks kalimat dan tujuan penggunaannya untuk memperoleh pemahaman yang holistik. Dalam konteks psikologi hermeneutika, T{ant{a>wi menghubungkan kerusakan lingkungan dengan kondisi sosial dan politik Mesir serta dampak peperangan global. Penafsirannya mencerminkan kesadaran akan dampak jangka panjang peperangan terhadap lingkungan, yang mengarah pada krisis multidimensional karena prioritas manusia pada penyelamatan nyawa daripada perlindungan lingkungan. Tafsir T{ant{a>wi didorong oleh penggabungan ilmu pengetahuan dan ajaran Islam, yang mendorong pengikutnya untuk mengadopsi kemajuan ilmiah sejalan dengan ajaran al-Qur'an. Konsep ekoteologi dalam Tafsir al-Jawahir menegaskan tanggung jawab manusia untuk merawat alam sebagai bentuk ibadah kepada Allah, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis untuk kesejahteraan semua makhluk.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Ekoteologi; tafsir Jawahir; tafsir al-Qur'an al-Karim; hermeneutika Schleiermacher
Subjects: Agama
Lingkungan Hidup
Al Qur'an
Divisions: Program Magister > Ilmu Alquran dan Tafsir
Depositing User: Noviani Fuada
Date Deposited: 14 Oct 2024 05:14
Last Modified: 14 Oct 2024 05:14
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/74066

Actions (login required)

View Item
View Item