Muharrom, Fahmi (2024) Larangan menelantarkan nafkah orang yang menjadi tanggungannya: kajian ma’ani al-hadith riwayat Imam Abi Dawud no indeks 1692. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Fahmi Muharrom_E05217003 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 22 July 2027.
Download (1MB)
Fahmi Muharrom_E05217003.pdf
Download (2MB)
Abstract
Dalam sebuah keluarga selain sebagai kepala keluarga suami juga mempunyai kewajiban sebagai pemberi nafkah kepada orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya seperti istri dan anak-anaknya, dan apabila suami tidak dapat menjalankan kewajibannya sebagai pemberi nafkah hal ini dapat menjadi salah satu penyebab rusaknya sebuah rumah tangga. Dalam skripsi ini penulis akan membahas hadis Nabi tentang larangan menelantarkan nafkah orang yang menjadi tanggungannya riwayat imam Abi> Da>wu>d nomor indeks 1692, penelitian ini menitik beratkan pada kajian kritik sanad dan matan hadis serta kajian ma’a>ni al-h}adi>th untuk memahami hadis secara mendalam dan menyeluruh. Tujuan penelitian ini diantaranya adalah untuk mengetahui kualitas dan kehujjahan hadis serta implikali hadis tersebut dalam kehidupan berumah tangga. Penelitian ini bersifat library research (kepustakaan), sehingga dalam proses analisisnya dengan cara mengumpulkan data dari berbagai sumber baik dari buku, kitab, jurnal, maupun dari sumber-sumber yang lain. Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah kitab Hadis Sunan Abi> Da>wu>d, sedangkan data sekunder dari literatur yang memiliki relevansi dengan objek kajian. Hasil dari penelitian ini diperoleh beberapa Kesimpulan diantaranya ialah hadis Riwayat imam Abu> Da>wu>d memiliki kualitas sebagai hadis s{ahi>h li>dzatihi serta maqbu>l ma’mu>lun bih. Kedua, hadis ini memiliki makna bahwa menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya merupakan perbuatan dosa yang mana itu merupakan kewajiban seorang suami atau kepala keluarga untuk menafkahi keluarganya. Ketiga, implikasi hadis ini dalam kehidupan berumah tangga adalah agar tercipta keluarga yang harmonis dan bahagia, mengurangi terjadinya konflik, serta menyadarkan diri seorang yang mempunyai tanggungan memberi nafkah untuk melaksanakan kewajibannya, khususnya seorang suami sebagai kepala keluarga agar bisa menjadi seoarang pemimpin yang bijak dalam keluarga.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Hadis; keluarga; nafkah |
| Subjects: | Hukum Islam Keluarga Hadis |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Hadis |
| Depositing User: | Fahmi Muharrom |
| Date Deposited: | 22 Jul 2024 05:06 |
| Last Modified: | 22 Jul 2024 05:06 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/71869 |
