Billa, Mutamakkin (2013) HERMENEUTIKA SEBAGAI KRITIK OTORITARIANISME AGAMA : PERSPEKTIF KHALED M. ABOU EL FADL. Penelitian Individu.
Excutive Summery Mutamakkin Billa.pdf
Download (231kB) | Preview
Abstract
Fikih adalah salah satu bentuk ortodoksi ajaran agama tersebut. Dalam disiplin keilmuan Islam, sebagian kalangan Muslim memandang fikih sebagai produk hukum yang final dan baku tanpa mempertimbangkan aspek epistemologinya. sebagai produk pemikiran, fikih merupakan refleksi sejarah dalam memahami pesan ketuhanan, pun bersifat situasional bergantung kepada konteks sosial yang melatarinya. Dewasa ini, kecenderungan memperlakukan fikih (Islamic Jurisprudence) sebagai teks otoritatif dalam menyikapi isu-isu kontemporer seperti HAM, gender, pluralisme, keadilan sosial, dan sebagainya, muncul ke permukaan. Keprihatinan Abou El Fadl ini cukup beralasan, sebab fatwa-fatwa keagamaan yang disampaikan menggambarkan citra Islam sebagai ajaran yang eksklusif, sektarian, primordial, intoleran dan anti perubahan. Pokok masalah yang hendak ditelusuri dalam penelitian ini adalah bagaimana konstruksi metodologis hermeneutika Khaled M. Abou El Fadl sebagai kritik atas otoritarianisme agama. Yang memerlukan uraian bersifat deskriptif, objektif, dan sistematis terhadap beberapa karya Khaled Abou El Fadl, baik buku maupun artikel. Yaitu, mengenai problem penafsiran teks hingga melahirkan tindakan otoritarianisme dalam penafsiran yang berujung pada otoritarianisme agama, sekaligus strategi menghindari tindakannya.
| Item Type: | Article |
|---|---|
| Additional Information: | Mutamakkin Billa |
| Uncontrolled Keywords: | Hermeneutika; kritik otoritarianisme agama; Khaled M. Abou el Fadl |
| Subjects: | Kesusastraan > Kesusastraan Islam |
| Divisions: | Karya Ilmiah > Laporan Penelitian |
| Depositing User: | Editor : Abdun Nashir------ Information------library.uinsby.ac.id |
| Date Deposited: | 29 Jun 2016 04:06 |
| Last Modified: | 29 Jun 2016 04:06 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/7124 |
