Nurcahyono, Slamet (2024) Analisis pemaknaan ulil amri dalam penentuan awal bulan kamariah perspektif pengurus wilayah Nahdlatul Ulama dan pimpinan wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIn Sunan Ampel Surabaya.
Slamet Nurcahyono_C06219030.pdf
Download (5MB)
Slamet Nurcahyono_C06219030_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 25 June 2027.
Download (5MB)
Abstract
Perbedaan dalam penentuan awal bulan Kamariah adalah masalah yang cukup kompleks dan sering kali menjadi topik diskusi di berbagai Organisasi Islam, termasuk Indonesia. Dalam hal penentuan awal bulan Kamariah, Nahdlatul Ulama sering sependapat dengan Pemerintah, namun Nahdlatul Ulama juga pernah berbeda dengan Pemerintah. Sedangkan Muhammadiyah kerap mengumumkan awal bulan Kamariah berbeda dengan pemerintah. Hal ini tidak selaras ketika dihubungkan dengan ketaatan terhadap ulil amri, walaupun memiliki pendekatan yang berbeda dalam penentuan awal bulan Kamariah menjadi salah satu prinsip yang dijunjung tinggi Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah akan menghormati pandangan dan penentuan ulama-ulama mereka dalam hal-hal seperti ini. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui penentuan awal bulan Kamariah perspektif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur dan pemaknaan ulil amri dalam penentuan awal bulan Kamariah perspektif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data primer berasal dari hasil wawancara dengan Ketua Lembaga Falakiyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur dan Pengurus Majelis Tajrih dan Tajdid Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur. Sementara itu, data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan sumber lainnya akan memberikan landasan teoritis dan kontekstual yang mendukung pemahaman dalam penelitian. Analisis data sekunder menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan normatif empiris akan membantu menguraikan dan menggambarkan fenomena tersebut dengan mempertimbangkan norma-norma, teori, dan konsep yang terkait. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari perspektif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur, ulil amri mengacu kepada para ulama atau pemimpin agama yang memiliki pengetahuan dan otoritas dalam menentukan awal bulan Kamariah berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, walaupun itu didelegasikan kepada pemerintah atau Kementrian Agama. Sementara itu dari perspektif Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, ulil amri diartikan sebagai para pemmimpin atau tokoh agama yang berkompeten dalam menentukan awal bulan Kamariah berdasarkan kaidah-kaidah dan metodeyang dianut dalam Muhammadiyah. Keduannya memiliki pandangan yang berbeda dalam metode penentuan awal bulan Kamariah, namun keduanya memiliki tujan yang sama, yaitu untuk memastikan kepatuhan umat dalam menentukan awal bulan Kamariah yang akurat sesuai dengan ajaran dan tata cara yang mereka anut masing-masing. Meskipun terjadi perbedaan pendapat dalam metode penetapan awal bulan Kamariah, kedua organisasi tetap bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya mencapai consensus atau kesepakatan yang dianggap sesuai dengan kepentingan umat Islam secara luas.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Penentuan awal bulan kamariah; Nahdlatul Ulama; Muhammadiyah |
| Subjects: | Falak |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Ilmu Falak |
| Depositing User: | Slamet Nurcahyono Siti Aisyah |
| Date Deposited: | 25 Jun 2024 02:53 |
| Last Modified: | 25 Jun 2024 02:53 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/70791 |
