UPACARA MAPPANRETASI STUDI REALITAS KEBERAGAMAAN WARGA NELAYAN BUGIS PAGATAN KALIMANTAN SELATAN

Kamal, Ahmad (2011) UPACARA MAPPANRETASI STUDI REALITAS KEBERAGAMAAN WARGA NELAYAN BUGIS PAGATAN KALIMANTAN SELATAN. ['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Cover.pdf]
Preview
Text
Cover.pdf

Download (162kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Isi.pdf]
Preview
Text
Daftar Isi.pdf

Download (241kB) | Preview
[thumbnail of Abstrak.pdf]
Preview
Text
Abstrak.pdf

Download (324kB) | Preview
[thumbnail of Ringkasan.pdf]
Preview
Text
Ringkasan.pdf

Download (718kB) | Preview
[thumbnail of Bab 1.pdf]
Preview
Text
Bab 1.pdf

Download (372kB) | Preview
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf
Restricted to Registered users only

Download (493kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf
Restricted to Registered users only

Download (349kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf
Restricted to Registered users only

Download (515kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf
Restricted to Registered users only

Download (624kB)
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf
Restricted to Registered users only

Download (692kB)
[thumbnail of Bab 7.pdf]
Preview
Text
Bab 7.pdf

Download (235kB) | Preview
[thumbnail of Daftar Pustaka .pdf]
Preview
Text
Daftar Pustaka .pdf

Download (201kB) | Preview

Abstract

Kajian terhadap realitas keberagamaan dalam berbagai upacara keagamaan pada masyarakat tertentu menarik dilakukan, untuk memahami fenomena yang terkait dengan
aktivitas ritual murni (Islam) dan praktek ritual yang berkembang secara variatif dalam suatu tradisi (sebagai ritual ‘lokal’). Ritual dalam kenyataan empirik selalu dilakukan dengan berbagai perwujudan simbol yang mempunyai fungsi untuk mengekspresikan sekaligus menyembunyikan, yang tidak hanya sekedar dilihat bentuk, frekuensi (intensitas), dan pola (kebakuan) ritual yang dilakukan, lebih penting lagi adalah pemaknaan (verstehen) pelaku ritual tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memahami
makna upacara Mappanretasi yang terfokus pada ritual Massorongritasi sebagai realitas keberagamaan warga Nelayan Bugis Pagatan Kalimantan Selatan.
Sebagai kajian dialektika agama dan budaya lokal, penelitian ini masuk dalam kategori paradigma definisi sosial. Teori yang digunakan adalah konstruksi sosial Peter
L. Berger dan Thomas Luckmann. Data penellitian dari subjek maupun informan dideskripsikan secara kualitatif-etnografis. Sumber data ialah pelaku upacara ritual
Massorongriatsi dari warga Nelayan Bugis Pagatan. Pengumpulan data dengan cara observasi partisipatif dan wawancara mendalam, serta kajian dokumentasi.
Penelitian ini menghasilkan; Pertama, Realitas keberagamaan warga Nelayan Bugis Pagatan yang terkonstruks dalam ritual Massorongritasi sebagai puncak upacara Mappanretasi yang dilakukan dengan simbol agama dan simbol kultural bermakna
untuk menyatakan hubungan dengan Tuhan sebagai wujud tertinggi dengan ungkapan syukur (tashakkur) dan permohonan bersama akan keselamatan dan hasil melimpah dari mata pencaharian melaut melalui medium perantara (wasi>lah) yang menjaga medan budaya laut, yang dibangun atas pemahaman mereka terhadap tradisi kultural secara genetik sebagai aspek budaya lokal variatif dan ajaran agama yang bersifat normatif, yang keduanya menjadi motif internal pada satu pihak, serta didukung oleh motif eksternal berupa pengalaman keseharian dari mata pencaharian melaut sebagai Nelayan. Konstruksi pemaknaan upacara ini berimplikasi pada tiga kelompok; 1) Kelompok yang berpegang pada tradisi kultur lama yang meyakini bahwa penjaga dan penguasa laut
adalah leluhur orang Bugis yaitu Sawerigading. 2) Kelompok yang lebih menerima kontsruksi baru yang mengarah kepada realisasi ajaran agama Islam, dan 3) Kelompok
yang berusaha untuk mengambil jalan tengah, yaitu menerima tradisi kultur lama dan sekaligus mengikuti perubahan atau perbaikan sebagian medan budaya tertentu yang
dianggap akan lebih baik. Kedua, penelitian ini menemukan peta baru dalam studi keislaman yang disebut dengan “Islam Genetik Kreatif”. Islam yang mengakui bahwa dalam setiap proses dialektika antara Islam sebagai agama murni dengan budaya lokal setempat, senantiasa melibatkan dan bahkan tidak akan pernah meninggalkan unsurunsur genetis (turun-temurun), disertai dengan pengaruh yang kuat dari motif eksternal lainnya berupa pengalaman kehidupan melaut maka akan terlihat lebih kreatif dalam setiap realitas keberagamaan yang ada.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined])
Additional Information: Rildwan Nashir
Uncontrolled Keywords: Ritual; Simbol; Pemaknaan
Subjects: Masyarakat Islam
Divisions: Program Doktor > Ilmu Keislaman
Depositing User: Editor : Ummir Rodliyah------ Information------library.uinsby.ac.id
Date Deposited: 12 Feb 2015 06:56
Last Modified: 12 Feb 2015 06:56
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/707

Actions (login required)

View Item
View Item