Angellita, Jagad Hannah (2024) Pemaknaan dhurriyyah di'afa dalam QS.An-Nisa' [4]:9 dan juga relevansinya dengan Strawberry Generation: studi komparatif tafsir Al-Misbah dan Tafsir Al-Sha'rawi. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Jagad Hannah Angellita_07040320126 OK.pdf
Download (1MB)
Jagad Hannah Angellita_07040320126 Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.
Download (1MB)
Abstract
Makna dhurriyyah di‘afa merupakan konsep yang menjelaskan tentang keturunan lemah yang ditujukan pada anak-anak yang belum menginjak usia dewasa, dimana mereka membutuhkan bantuan tambahan ataupun perlindungan , seperti halnya pada anak-anak yatim piatu, anak-anak yang terlantar, atau anak anak yang lemah. Lemah pada maksud diatas ialah lemahnya seseorang dalam berbagai aspek salah satu nya juga lemah dalam mengatasi keadaan sosial yaitu sama halnya mengenai Strawberry Generation , sebuah generasi emas namun terhambat dalam lingkungan sosial yang mengakibatkan generasi tersebut dipandang generasi rapuh dibanding dengan Generasi sebelum-sebelumnya. Meskipun fenomena tersebut tidak dijelaskan secara eksplisit didalam Al-Qur’an, namun terdapat ayat Al-Qur’an yang mempresentasikan makna Strawberry Generation yaitu ayat dhurriyyah di‘afa pada QS.An-Nisa’ [4]: 9. Ayat ini menjelaskan tentang larangan meninggalkan keturunan dalam kondisi yang lemah, namun apabila ia senantiasa bertaqwa kepada Allah dan selalu mengucapkan dengan perkataan yang benar dan tepat maka keturunan lemah tersebut perlahan akan tumbuh menjadi sosok generasi penerus yang tangguh. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research). Menggunakan teori komparatif (muqaran), penelitian ini memfokuskan kajiannya pada analisis perbandingan penafsiran dua tokoh yaitu Quraish Shihab dalam kitab Tafsir Al-Misbah dan Muhammad Mutawalli Al-Sha’rawi dalam kitab Tafsir Al-Sha‘rawi terkait pemaknaan dhurriyyah di‘afa dalam QS.An-Nisa’ [4] : 9. Menggunakan teknik analisis deskriptif-komparatif, penelitian ini dimaksudkan untuk memaparkan wawasan luas Strawberry Generation serta menjelaskan penafsiran dan pemaknaan dhurriyyah di‘afa dalam QS.An-Nisa’ [4] : 9 menurut kedua mufassir tersebut, kemudian di komparasikan, dilakukan analisis dan disebutkan persamaan dan perbedaan antara keduanya serta dipaparkan relevansinya terhadap Strawberry Generation. Hasil dari penelitian ini Quraish Shihab maupun Al-Sha‘rawi memaknai dhurriyyah di‘afa dengan makna keturunan lemah yang ditinggalkan pihak keluarganya atau orang tua nya dalam kondisi masih anak-anak belum dewasa, belum dapat menentukan bagaimana kehidupannya kelak. Perbedaan penafsiran keduanya terletak pada keluasan pembahasannya, dimana Al-Sha‘rawi hanya menjelaskan bahwasanya dikataka lemah pada anak usia belum dewasa. Sedangkan Al-Misbah memberikan penjelasan mengenai lemah tersebut dalam banyak faktor yakni salah satunya lemah ekonomi, lemah finansial, lemah akhlaq, lemah pengetahuan. dhurriyyah di‘afa dan Strawberry Generation memiliki relevansi antara satu sama lain, mereka dikatakan lemah namun terdapat suatu pondasi yang dapat membangkitkan sikap tangguh tersebut.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Strawberry Generation; dhurriyyah di‘afa; Al-Misbah; Al-Sha‘rawi |
| Subjects: | Islam Lingkungan Hidup Al Qur'an Tafsir > Tafsir Al Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Jagad Hannah Angellita |
| Date Deposited: | 01 Apr 2024 06:43 |
| Last Modified: | 01 Apr 2024 06:43 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/69397 |
