Peran bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif untuk pencegahan politik uang pada pemilu 2024 di Kabupaten Sidoarjo

Ihtiar, Muhammad Rizki (2024) Peran bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif untuk pencegahan politik uang pada pemilu 2024 di Kabupaten Sidoarjo. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

[thumbnail of Muhammad Rizki Ihtiar_10040120087.pdf] Text
Muhammad Rizki Ihtiar_10040120087.pdf

Download (4MB)
[thumbnail of Muhammad Rizki Ihtiar_10040120087_Full.pdf] Text
Muhammad Rizki Ihtiar_10040120087_Full.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (4MB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah peran Bawaslu dalam meningkatkan pengawasan partisipatif di Kabupaten Sidoarjo, dalam upaya mengawasi dan mencegah praktik politik uang pada Pemilu mendatang. Bawaslu mengadopsi pendekatan pengawasan partisipatif dengan melibatkan masyarakat dan lembaga-lembaga lain dalam upaya pencegahan praktik politik uang. Penelitian ini juga mendalamkan pemahaman terhadap peran kelembagaan pengawas Pemilu dalam mengawasi politik uang dengan melibatkan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat, mengingat keterbatasan sumber daya manusia dan wilayah yang dapat mempengaruhi efektivitas pengawasan. Dalam konteks kelembagaan, Bawaslu telah diberikan struktur organisasi yang solid, bahkan hingga tingkat paling dasar, dengan dukungan peraturan yang memadai. Meskipun demikian, masih terjadi pelanggaran dalam proses Pemilu yang tidak hanya menghambat kelancaran penyelenggaraan, tetapi juga merugikan hak politik warga negara, termasuk praktik politik uang. Penelitian ini mengidentifikasi dua pendekatan pengawasan, yaitu pengawasan tradisional dan pengawasan crowdsourcing, yang keduanya penting dalam mengawasi Pemilu di setiap negara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi peran Bawaslu dalam mendorong pengawasan partisipatif guna mencegah politik uang pada Pemilu 2024 di Kabupaten Sidoarjo, serta untuk menyelidiki program-program pengawasan yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sidoarjo dalam upaya pencegahan politik uang menjelang Pemilu 2024. Metode kualitatif digunakan dengan penelitian lapangan, termasuk observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bawaslu Sidoarjo telah menerapkan program pengawasan partisipatif sesuai dengan aturan yang berlaku dan berkolaborasi dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Sidoarjo. Dengan menggunakan teori pengawasan tradisional dan crowdsourcing, ditemukan bahwa program Training of Trainers (TOT) memberikan pelatihan khusus kepada masyarakat untuk menjadi pengawas pemilu dengan pengetahuan tentang pengawasan partisipatif. Selain itu, program Digital pengawasan Bawaslu Sidoarjo telah berhasil mensosialisasikan pesan-pesan tentang pentingnya pengawasan partisipatif di media sosial kepada para pengguna internet di Sidoarjo. Diharapkan bahwa kedua program ini akan diterima dengan baik oleh masyarakat Sidoarjostakeholders in Sidoarjo Regency. Using traditional supervision theory and crowdsourcing, it was found that the Training of Trainers (TOT) program provides special training to the community to become election observers with knowledge of participatory supervision. Apart from that, Bawaslu Sidoarjo's digital supervision program has succeeded in disseminating messages about the importance of participatory supervision on social media to internet users in Sidoarjo. It is hoped that these two programs will be well received by the people of Sidoarjo.

Item Type: Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined])
Uncontrolled Keywords: Bawaslu; pengawasan partisipatif; politik uang
Subjects: Masyarakat
Politik
Divisions: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik > Ilmu Politik
Depositing User: Muhammad Rizki Ihtiar
Date Deposited: 01 Apr 2024 07:53
Last Modified: 01 Apr 2024 07:53
URI: http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/69390

Actions (login required)

View Item
View Item