Maulida, Fazat Nadhifatul (2024) Makna s}arafa dalam al Qur’an: analisis semantik Toshihiko Izutsu. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Fazat Nadhifatul Maulida_07030320094 fix.pdf
Download (1MB)
Fazat Nadhifatul Maulida_07030320094_Full fix.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 March 2027.
Download (10MB)
Abstract
Penelitian ini mengkaji tentang kata s}arafa yang dianalisis dengan menggunakan semantik Toshihiko Izutsu. Sebagaimana yang melatarbelakangi penelitian ini adalah adanya problematika dalam pemaknaan kata ini pada sebagian masyarakat. Masih banyak yang mengira bahwa kata s}arafa hanya diartikan sebagaimana pengertian dalam ilmu sharaf. Padahal kata s}arafa dalam al-Qur’an memiliki konsep religius tersendiri dengan pemaknaan yang berbeda. Sehingga dibutuhkan pemahaman yang bersifat mendalam dan menyeluruh pada kata ini dalam sejarah pemaknaannya agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam memaknai sebuah teks. Permasalahan yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana makna semantik kata s}arafa dalam al-Qur’an, 2) Bagaimana weltanschauung kata s}arafa berdasarkan analisis semantik Toshihiko Izutsu. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan bagaimana makna semantik kata s}arafa dalam al-Qur’an dan untuk mengungkap weltanschauung kata s}arafa berdasarkan analisis semantik Toshihiko Izutsu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif analisis. Jenis penelitian ini adalah library research (penelitian kepustakaan). Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Penelitian ini membawa kesimpulan bahwa kata s}arafa yang diteliti menggunakan semantik Toshihiko Izutsu memiliki makna dasar yang berupa mengembalikan sesuatu dari satu keadaan ke keadaan yang lain atau menggantinya dengan yang lain. Kemudian pada makna relasional kata s}arafa memiliki dua hasil. Yang pertama, pada analisis sintagmatik bermakna pergantian atau peralihan, menjauhkan, menjelaskan, berpaling, mempergilirkan, dan menghadapkan. Yang kedua, pada analisis paradigmatik kata s}arafa memiliki makna yang sama dengan kata tawalla, irtadda, a’rad}a, dan zayghun. Kemudian perlawanan katanya yaitu tawbah dan baya’a. Pada masa pra Qur’anik kata s}arafa dipahami dengan makna memalingkan diri dari syariat yang sudah ditetapkan oleh Allah.. Adapun pada masa Qur’anik, makna s}arafa merujuk pada upaya penolakan seseorang yang menolak sesuatu sehingga ia menghindar atau berpaling dari yang ditolaknya itu. Adapun pada masa pasca Qur’anik makna s}arafa merujuk pada penggunaan bahasa dalam sebuah akad perdagangan internasional atau pertukaran valuta asing di dalam dunia perbankan syariah. Sehingga ditemukan weltanschauung (pandangan dunia) kata s}arafa yang tergantung pada konteksnya. Pertama, jika kata s}arafa berkaitan dengan konteks ayatullah maka makna yang terlahir yaitu ada yang berkonotasi positif dan ada yang berkonotasi negatif. Makna-makna yang terlahir seperti makna menjelaskan, menjauhkan, pergantian atau peralihan, mempergilirkan, menghadapkan, memalingkan atau berpaling baik berpaling dari hidayah maupun berpaling dari kesesatan, semuanya menunjukkan adanya hak prerogatif Tuhan. Semua hal bisa terjadi atas kendali Allah. Kedua, jika kata s}arafa berkaitan dengan muamalah maka makna yang terlahir berkonotasi positif. Sebagaimana penggunaan kata s}arafa dalam sebuah akad perdagangan internasional atau pertukaran valuta asing di dalam dunia perbankan syariah yaitu akad s}arf.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | S}arafa; semantik; Toshihiko Izutsu |
| Subjects: | Islam Al Qur'an Tafsir |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Fazat Nadhifatul Maulida |
| Date Deposited: | 21 Mar 2024 07:56 |
| Last Modified: | 26 Mar 2024 02:55 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/69127 |
