Rosinta, Dewi (2024) Tradisi pembacaan surah Luqman dan Ibrahim: studi living Qur'an di Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an Jogoroto Jombang. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Dewi Rosinta_07030320093 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 21 March 2027.
Download (2MB)
Dewi Rosinta_07030320093.pdf
Download (2MB)
Abstract
Pembacaan al-Qur’an telah memiliki berbagai model, seperti yang telah diketahui banyak sekali masyarakat muslim pada saat ini menerapkan pembacaan al-Qur’an dalam berbagai situasi dan kondisi seperti dalam pengobatan, mengusir jin dan lain sebagainya serta meyakini bahwa terdapat surah atau ayat al-Qur’an yang dapat memudahkan rezeki, mendatangkan keberkahan dan kemuliaan bagi pembacanya. Keyakinan tersebut akhirnya menciptakan kebiasaan membaca surah atau ayat tertentu pada waktu tertentu, baik secara pribadi ataupun bersama. Hal ini juga diterapkan oleh Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jombang yang menjadikan al-Qur’an sebagai wirid setelah shalat fardu. Mereka konsisten membaca surah Luqman dan Ibrahim setelah shalat mahgrib berjamaah. Masalah yang diteliti dalam penelitian ini adalah 1) Bagaimana praktik pembacaan surah Luqaman dan Ibrahim di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang, 2) Bagaimana pemaknaan pembacaan surah Luqman dan Ibrahim di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang. Adapun tujuan penelitian ini adalah unuk mendeskripsikan praktik pembacaan surah Luqman dan Ibrahim di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang serta menemukan makna didalamnya. Penelitian bersifat feild research dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis yang digunakan ialah sosiologi pengetahuan dari Karl Manheim. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam menyelesaikan penelitian yaitu observasi, wawancara, dokumentasi. Adapun Sumber data diperoleh dari pengasuh, guru, dan santri di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an. Hasil dari penelitian ini adalah praktek pelaksanaan pembacaan surah Luqman dan Ibrahim di Pondok Pesantren Hamalatul Qur’an Jogoroto Jombang dilakukan ba’da shalat maghrib (ba’da salam qabla kalam) dan ditutup dengan shalawat Nariyah. Makna yang diperoleh terdiri dari tiga makna yakni makna objektif, ekspresif, dan dokumenter. makna objektif yang didapat ialah sebagai amaliyah pesantren yang wajib dilakukan. Makna ekpresif yang diperoleh dari para santri berbeda-beda, santri lebih memaknai pembacaan surah Luqman dan Ibrahim sebagai upaya mempermudah terkabulnya hajat pesantren khususnya dalam pembangunan. Makna dokumenter yaitu secara tidak disadari kegiatan ini telah menjadi adat atau budaya yang tak terlepaskan bagi para santri. Kata Kunci: Living Qur’an, Luqman dan Ibrahim, Karl Manheim.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Living qur’an; Luqman dan Ibrahim; Karl Manheim |
| Subjects: | Pesantren Al Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Dewi Rosinta |
| Date Deposited: | 21 Mar 2024 04:56 |
| Last Modified: | 21 Mar 2024 04:56 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/69040 |
