Farida, Putri (2024) Pandangan istitoah haji dalam kitab Al Fiqhu al Islami wa adillatuhu dan al Fiqhu ala madhahib al arbaah menurut Imam Hanafih, Imam Malikiyyah, Imam Shafiih dan Imam Hanabila. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Putri Farida_05020520035 ok.pdf
Download (4MB)
Putri Farida_05020520035 full.pdf
Restricted to Repository staff only until 18 March 2027.
Download (3MB)
Abstract
Syarat menunaikan ibadah haji ke Baitullah adalah bagi yang mampu (istiṭō’ah). Makna lafadz istiṭō’ah mencakup beberapa hal, diantaranya adalah perbekalan, kesehatan fisik dan kemampuan terhadap rasa aman. Kemampuan yang dimaksudkan adalah kemampuan untuk mendapatkan kendaraan atau alat transportasi. Seperti, membeli tiket untuk pergi hingga pulang, mendapatkan visa paspor yang menjadi syarat wajib haji. Keistimewaan Baitul Haram merupakan tempat berkumpulnya para jamaah haji dan menjadikan ibadah haji sebagai kewajiban bagi para Muslimin yang menunaikan ibadah tersebut. Haji merupakan salah satu dari rukun islam. Hal tersebut terkandung dalam pengagungan dari lafadz Baitul Haram. Dalam surah Al-Imran ayat 97 juga disebutkan bahwa adanya istiṭō’ah yang berarti kesanggupan. Kesanggupan tersebut yaitu memiliki kesanggupan untuk melakukan perjalan menuju sesuatu, atau bisa diartikan sebagai adanya sebuah kemampuan pada diri orang tersebut untuk sampai kepada sesuatu yang dituju.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Haji; istithoah |
| Subjects: | Hukum Islam Haji Perbandingan Madzhab |
| Divisions: | Fakultas Syariah dan Hukum > Perbandingan Madzhab |
| Depositing User: | Unnamed user with email putparridaa061@gmail.com |
| Date Deposited: | 18 Mar 2024 05:29 |
| Last Modified: | 18 Mar 2024 05:30 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/68969 |
