Dukah, M. Samsul (1999) Pemikiran filsafat politik Al Farabi dan Ibnu Bajjah. ['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined] thesis, IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Cover.pdf
Download (504kB) | Preview
Abstrak.pdf
Download (153kB) | Preview
Daftar Isi.pdf
Download (348kB) | Preview
Bab 1.pdf
Download (3MB) | Preview
Bab 2.pdf
Download (6MB) | Preview
Bab 3.pdf
Download (13MB) | Preview
Bab 4.pdf
Download (8MB) | Preview
Bab 5.pdf
Download (1MB) | Preview
Daftar Pustaka.pdf
Download (594kB) | Preview
Abstract
Dalam pemikiran filsafat politik antara al farabi dan ibnu bajjah keduanya mempunyai kesamaan karena dalam filsafat politik ibnu bajjah sangat mengetahui teori politik yang berasal dari al farabi. Misalnya pendapat al farabi yang membagi Negara kepada yang sempurna dan yang tidak sempurna. Dia juga tidak menyetujui al farabi yang berpendapat bahwa individu yang berbeda dari sebuah bangsa memiliki watak yang berbeda pula. Sebagaian mereka ada yang memerintah dan sebagaian yang lainnya lebih suka di perintah. Tetapi ibnu bajjah memberikan tambahan kepada pendapat al farabi, ketika dia memaksakan pendapatnya yang mengatakan bahwa manusia yang memerintah secara sendiri itu harus selalu berada lebih tinggi dari orang lain yang diperintah dalam kesempatan kesempatan tertentu. Rumusan masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut 1). Bagaimana pemikiran politik al farabi dan ibnu bajjah? 2). Apa persamaan dan perbedaan pemikiran filsafat politik al farabi dan ibnu bajjah? 3). Mengapa keduanya memiliki persamaan dan perbedaan dalam konsep politik?Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research) yaitu cara pendekatan historis biografis melalui pengkajian literature atau kepustakaan. Analisa data yang digunakan dengan analisa tinjauan sejarah dengan menggunakan fakta atau peristiwa yang telah terjadi, analisa komparasi dengan cara membandingkan obyek penelitian dengan konsep pembanding, Analisa induktif dengan cara pemecahan suatu masalah yang berangkat dari fakta fakta khusus, kemudian ditarik generalisasi yang bersifat umum, Analisa deduktif yang mengatur apa saja yang dipandang benar pada semua peristiwa yang termasuk dalam kelas atau jenis.
Kesimpulan dari skripsi ini adalah pemikiran politik al farabi tentang Negara utama adalah Negara yang memperjuangkan kemakmuran dan kebahagiaan Negara negaranya, timbul dengan adanya kekuasaan seseorang yang kuat yang mempersatukan dan memimpin masyarakat itu bahwa tidak semua warga mampu dan menjadi kepala Negara hanyalah anggota masyarakat yaitu manusia yang sempurna. Persamaan pandangan filsafat politik al farabi dan ibnu bajjah antara lain Negara utama adalah Negara yang mampu menciptakan kebahagian dan kemakmuran warga negaranya dan mendapat ampunan tuhan. Bahwa al farabi dan ibnu bajjah ada persamaan pendapat yang dikemukakan, itu dapat dilihat dari latar belakang pendidikan akademis islam yang dikembangkan dan mampu menyebarluaskan karya karya tulis dari kedua tokoh tersebut, sehingga mempunyai konsep pemikiran politik yang sama dikawasan barat dan timur.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_undergraduate' not defined]) |
|---|---|
| Additional Information: | Abu Sufyan |
| Uncontrolled Keywords: | Pemikiran; filsafat; politik; al farabi; ibnu Bajjah |
| Subjects: | Filsafat Filsafat > Filsafat Islam Politik > Politik Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuluddin dan Filsafat > Aqidah Filsafat Islam |
| Depositing User: | Users 3213 not found. |
| Date Deposited: | 19 May 2016 03:29 |
| Last Modified: | 07 Sep 2021 14:48 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/6559 |
