Safrudin, Moh. (2022) Konstruksi Mahabbah dalam tafsir Al-Qur'an al azim karya Sahal bin Abdullah al Tustari Terintegrasi dengan Psikologi Humanistik Abraham Maslow. ['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined] thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.
Moh. Safrudin_F53219040 OK.pdf
Download (2MB)
Abstract
Disertasi ini dilatarbelakangi oleh keragaman pandangan manusia tentang makna mahabbah, fakta menunjukkan bahwa ada beberapa terminologi mah}abbah seperti mawaddah, rahmah, al-shaghaf, mail, ra’fa, ini memiliki makna yang berbeda-beda. Kemudian peneliti memilih Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Sahl Abd’Allah al-Tustari sebagai obyek kajian karena tafsir ini memiliki keunikan dengan pengetahuannya yang luas mempengaruhi tafsir dan pemikiran di tengah komunitas muslim dunia, yang menurut beberapa kajian kitab ini termasuk dalam kategori tafsir sosial-kemasyarakatan (al-adabi al-ijtima‘i) dan juga tafsir ishari penelitian ini merupakan pengembangan penelitian-penelitian sebelumnya. Yang mengkaji tentang konstruksi mahabbah pada disertasi ini penulis mengangkat tiga permasalahan pokok 1. Bagaimana konstruksi mah}abbah dalam Tafsir al-Qur’an al-Azim karya Sahl Abdullah al-Tustari terintegrasi dengan psikologi humanistik Abraham Maslow? 2. Bagaimana Karakteristik mah}abbah dalam Tafsir al-Quran al-Azim Sahl ‘Abd’Allah al-Tustari yang terintegrasi dengan psikologi humanistik Abraham Maslow ? 3. Bagaimana implementasi mahabbah dalam tafsir al-Qur’an Al azim karya Sahl ‘Abd’Allah al-Tustari yang terintagrasi dengan psikologi humanistik Abraham Maslow?. Kajian ini merupakan penelitian pustaka (library research). menggunakan metode maudhui atau tematik dalam menelusuri makna mah}abbah dalam al-Qur’an, dan menemukan konstruksi mah}abbah dalam Tafsir al-Qur’an al-Azim karya al-Tustari. Melalui ayat-ayat mah}abbah Kemudian menggunakan pendekatan psikologi humanistik untuk menganalisa mahabbah tafsir al-Qur’an al azim al Tustari. Hasil penelitian Disertasi ini pertama; bahwa Kontruksi mahabbah al-Tustari adalah ketundukkan hati, ketaatan seluruh anggota badan terhadap perintah Allah dan rasul-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Praktiknya dengan menerapkan cinta kepada Allah dan rasul-Nya, zuhud kepada dunia, mengikuti kitab dan sunnah, takut memperturutkan syahwat yang mendorongnya tegelincir dalam kesesatan. Kedua; Mahabbah, menurut al-Tustarī terintegrasi dengan psikologi humanistik Abraham Maslow. Al-Tustari berpandangan bahwa dalam penafsiranya mempunyai kecendrungan sufistik yang bersifat samawi, terintegrasi dengan teori Maslow yang sifatnya keduniaan. Mahabbah dapat mempengaruhi hirarki kebutuhan dasar Abraham Maslow, yaitu; kebutuhan-kebutuhan fisiologis, kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan pengakuan dan kasih sayang, kebutuhan harga diri, dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Dalam konteks kehidupan sosial, konsep mah}abbah, menurut al-Tustarī bila diamalkan dapat berpengaruh kepada pribadi seseorang, dalam membentuk pribadi yang senantiasa mendekatkan diri kepada Allah, senantiasa komitmen kepada kebaikan, dan senantiasa fokus pada masadepan.
| Item Type: | Thesis (['eprint_fieldopt_thesis_type_phd' not defined]) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Mahabbah; Tafsir al-Tustari; Psikologi humanistik Abraham Maslow |
| Subjects: | Psikologi Islam Tasawuf Tafsir |
| Divisions: | Program Doktor > Ilmu Alquran dan Tafsir |
| Depositing User: | Dr moh safrudin |
| Date Deposited: | 08 Aug 2023 08:11 |
| Last Modified: | 08 Aug 2023 08:11 |
| URI: | http://digilib.uinsby.ac.id/id/eprint/64644 |
